Militer

Bak Penampungan Darurat Jadi Solusi Satgas TMMD Atasi Kebutuhan Air

5
×

Bak Penampungan Darurat Jadi Solusi Satgas TMMD Atasi Kebutuhan Air

Sebarkan artikel ini
Penampungan air
Penampungan air

PURWOREJO – Keterbatasan air di lokasi pekerjaan tidak menyurutkan semangat Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo dalam menuntaskan pembangunan di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo.

Berbagai upaya dilakukan agar kebutuhan air untuk mendukung pengerjaan sasaran fisik tetap terpenuhi. Salah satunya dengan membuat bak penampungan air darurat berbahan plastik dan terpal yang ditempatkan di sekitar lokasi pekerjaan.

Kamis (6/8/2026), Satgas TMMD memanfaatkan penampungan sederhana tersebut untuk mengumpulkan air yang selanjutnya digunakan dalam proses pengadukan material dan pengecoran jalan.

Meski bentuknya sederhana, bak penampungan tersebut cukup membantu pekerjaan di lapangan. Air yang telah terkumpul dapat digunakan sesuai kebutuhan sehingga Satgas tidak harus berulang kali mengambil air dari lokasi yang cukup jauh.

Sertu La Ali, salah satu anggota Satgas TMMD, mengatakan pembuatan bak penampungan merupakan solusi praktis untuk mengatasi keterbatasan sarana penyediaan air di lokasi pengerjaan.

“Penampungan ini memang sederhana, hanya menggunakan plastik dan terpal, tetapi sangat membantu. Air yang sudah terkumpul bisa digunakan untuk mendukung pekerjaan sehingga kami tidak perlu terlalu sering mengambil air dari tempat yang jauh,” ujar Sertu La Ali.

Menurutnya, air menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengerjaan pengecoran jalan. Ketersediaannya harus diperhitungkan agar proses pengadukan material dan pengecoran dapat berjalan tanpa hambatan.

Karena itu, Satgas berupaya memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di lapangan. Penampungan darurat menjadi salah satu cara sederhana yang dapat digunakan untuk menjaga ketersediaan air di dekat titik pekerjaan.

Kami memanfaatkan apa yang ada di lapangan. Yang penting air bisa tertampung dengan baik dan pekerjaan tetap berjalan. Ini juga bagian dari upaya kami agar sasaran TMMD bisa selesai sesuai target,” tambahnya.

Kondisi medan dan keterbatasan fasilitas di lokasi TMMD memang menuntut Satgas untuk cepat beradaptasi. Persoalan yang muncul tidak selalu dapat diselesaikan dengan fasilitas yang ideal, sehingga kreativitas dan kerja sama menjadi bagian penting dalam menjaga pekerjaan tetap berjalan.

Pembuatan bak penampungan darurat tersebut menjadi contoh kecil bagaimana Satgas berusaha mencari solusi atas persoalan teknis di lapangan. Dengan memanfaatkan bahan sederhana yang tersedia, kebutuhan air dapat dikelola lebih efektif untuk mendukung pekerjaan.

Di sisi lain, semangat gotong royong juga terus menjadi kekuatan dalam pelaksanaan TMMD. Satgas bersama masyarakat saling membantu agar berbagai sasaran pembangunan dapat diselesaikan sesuai target.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, berbagai kendala dapat diatasi demi mempercepat pembangunan yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Watuduwur,” pungkasnya.

Bagi Satgas TMMD, setiap kendala di lapangan merupakan bagian dari tantangan yang harus dihadapi bersama. Bak penampungan berbahan plastik dan terpal mungkin terlihat sederhana, tetapi dari solusi sederhana tersebut, pekerjaan pembangunan jalan di Desa Watuduwur dapat terus bergerak maju.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.