Idul Adha

Tak Punya Kandang? Warga Kini Bisa Beli dan “Titip” Sapi Kurban hingga Hari H di Alam Indah Farm Ketosari

11
×

Tak Punya Kandang? Warga Kini Bisa Beli dan “Titip” Sapi Kurban hingga Hari H di Alam Indah Farm Ketosari

Sebarkan artikel ini
Kandang sapi di Desa Kertosari
Kandang sapi di Desa Kertosari

PURWOREJO, purworejo24.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, cara masyarakat membeli hewan kurban mulai berubah.

Jika biasanya pembeli mencari sapi mendekati hari penyembelihan, kini banyak warga justru memilih membeli lebih awal dan menitipkannya di peternakan hingga hari H. Hal ini dilakukan agar dapat harga yang terjangkau.

Fenomena itu terlihat di sebuah peternakan dan pembesaran sapi Bali milik Aji Prasetyo di Desa Ketosari, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Di kandang miliknya, pembeli sudah mulai berdatangan sejak dua bulan sebelum Idul Adha untuk memesan sapi kurban.

Menariknya, sapi yang sudah dibeli tidak langsung dibawa pulang. Hewan kurban tersebut tetap dirawat di kandang peternak tanpa biaya tambahan hingga waktu penyembelihan tiba.

Beli sekarang boleh, nanti dititipkan di sini sampai hari H juga bisa. Sudah gratis perawatan,” kata Aji sambil menunjukkan deretan sapi Bali di kandangnya pada Kamis (7/5/2026).

Bagi sebagian warga, layanan tersebut menjadi solusi praktis. Tidak semua pembeli memiliki kandang sendiri atau cukup waktu untuk merawat sapi sebelum Idul Adha.

Dengan sistem penitipan itu, pembeli tinggal memilih sapi, melakukan pembayaran, lalu hewan tetap dipelihara peternak hingga hari pengiriman.

Sudah termasuk pemeliharaan dan ongkir sampai tujuan. Jadi pembeli tinggal terima bersih,” ujarnya.

Di tengah udara sejuk di pedesaaan di Purworejo, aktivitas di kandang Alam Indah Farm mulai lebih sibuk dibanding hari biasa. Setiap pagi, Aji bersama keluarganya mencari pakan dari sawah dan padang rumput di sekitar desa.

Jerami, daun ketela, hingga dedaunan pohon serta rumput sawah menjadi menu utama sapi-sapi Bali yang didatangkan langsung dari Pulau Dewata tersebut.

Kalau di sini untungnya banyak petani, jadi jerami mudah didapat. Tidak beli, paling hanya tenaga untuk mengambil dan mengangkut,” katanya.

Sapi Bali sendiri kini semakin diminati masyarakat. Selain dikenal lebih tahan, dagingnya juga dianggap lebih padat dengan tulang yang relatif kecil sehingga cocok untuk kebutuhan kurban.

Permintaan tahun ini pun disebut meningkat dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, sebagian besar pembeli datang dari luar daerah seperti Magelang, Kebumen hingga luar provinsi.

Sekarang banyak yang sudah tahu kualitas sapi Bali. Pembeli dari Magelang juga banyak,” ujar Aji

Harga sapi yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp21 juta hingga Rp27 juta per ekor tergantung ukuran dan bobot. Untuk sapi dengan harga sekitar Rp23 juta, bobotnya bisa mencapai 300 kilogram.

Meski harga naik sekitar Rp2 juta dibanding tahun lalu, minat masyarakat tetap tinggi. Banyak pembeli memilih mengamankan sapi lebih awal agar tidak kehabisan stok menjelang Idul Adha serta menghindari harga yang naik signifikan menjelang hari H.

Kalau mendekati hari H biasanya stok cepat habis. Jadi sekarang banyak yang pesan lebih awal,” katanya.

Usaha ternak sapi Bali itu sendiri telah dirintis Aji sejak 2010. Awalnya hanya untuk tambahan penghasilan keluarga. Namun seiring waktu, kandangnya mulai dikenal hingga pembeli datang dari berbagai daerah.

Selama belasan tahun menjalankan usaha ternak dan penggemukan , ia mengaku pernah menghadapi berbagai tantangan, mulai pandemi Covid-19 hingga wabah PMK pada 2025. Namun tahun ini kondisi ternak dinilai jauh lebih baik.

Alhamdulillah sekarang sudah aman, tidak ada PMK lagi,” ucapnya.

Bagi Aji, usaha ternak bukan sekadar soal keuntungan. Ia merasa senang karena bisa membantu masyarakat mendapatkan hewan kurban yang sehat tanpa harus repot memelihara sendiri.

Yang penting pembeli tenang. Sapinya dirawat sampai hari H, jadi masyarakat tidak perlu bingung lagi cari kandang atau pakan,” katanya.

Bagi warga yang ingin membeli sapi-sapi yang didatangkan langsung dari bali tersebut bisa langsung mampir ke desa Ketosari dengan menghubungi langsung Aji maupun tim pemasarannya.

Kalau mau ada yang pesan bisa langsung kontak saya,” tutupnya. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.