PURWOREJO, purworejo24.com — Semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 terasa meriah di Gedung Kesenian WR. Soepratman, Purworejo, Sabtu (2/5/2026).
Melalui tajuk “Gebyar Hardiknas Wilcambidik Banyuurip 2026”, kegiatan ini menghadirkan beragam agenda edukatif dan kreatif, mulai dari lomba mewarnai, peluncuran buku karya siswa, pentas seni, hingga bazar UMKM dan kegiatan sosial.
Acara yang dipandu oleh Master of Ceremony Sigit SB dan Sylvia ini mengusung semangat “Satu Hati, Satu Langkah, Kita Tangguh!”.
Rangkaian kegiatan menjadi wadah ekspresi bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi di bidang seni, literasi, dan kreativitas sejak dini.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran buku antologi cerita anak berjudul “Lentera Imaji Anak Indonesia”.
Buku tersebut merupakan kumpulan karya dari 24 siswa Sekolah Dasar hasil lomba menulis cerita dalam ajang FLS3N tingkat Wilcambidik Banyuurip.
Koordinator Wilcambidik Kecamatan Banyuurip, Ika Meri Widaningsih, menjelaskan bahwa peluncuran buku ini berawal dari keprihatinan terhadap karya siswa yang selama ini belum terdokumentasi dengan baik.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hardiknas 2026. Berawal dari lomba FLS3N cabang menulis cerita, kami terinspirasi untuk mendokumentasikan karya anak-anak agar tidak hilang begitu saja. Melalui buku ini, kami berharap dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkarya,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses penerbitan buku diawali dari pelaksanaan lomba, evaluasi, hingga tahap penyuntingan sebelum akhirnya dicetak dan diluncurkan bertepatan dengan momentum Hardiknas.
Selain peluncuran buku, kegiatan ini juga diisi dengan lomba mewarnai yang diikuti 51 anak TK se-Kecamatan Banyuurip, pentas seni dari siswa TK dan SD, serta bazar UMKM yang menghadirkan 10 stan kuliner lokal.
Tak hanya itu, program sosial Peduli ASN turut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga pendidik non-ASN.
Sekretaris PGRI Kabupaten Purworejo, Bambang Widya Pramono, menyampaikan bahwa program Peduli ASN telah berjalan selama kurang lebih satu dekade sebagai bentuk solidaritas antarpendidik.
“Pada momentum Hardiknas ini, kami memberikan bantuan kepada 10 guru TK dan PAUD non-ASN, masing-masing sebesar Rp500 ribu. Ini merupakan wujud kepedulian kami, para guru ASN, kepada rekan-rekan yang membutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai, Gebyar Hardiknas Banyuurip menjadi contoh nyata upaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan literasi sejak usia dini.
“Menulis adalah bagian penting dalam membangun literasi. Di era teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, kemampuan literasi menjadi kunci agar anak-anak mampu menyaring informasi dengan baik. Kegiatan ini sangat positif dan diharapkan dapat berkelanjutan serta menginspirasi wilayah lain,” ungkapnya.
Peringatan Hardiknas 2026 mengangkat tema “Menguatkan Partisipasi Semesta dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Tema ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah dan sekolah, tetapi juga orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa.
Melalui Gebyar Hardiknas ini, Wilcambidik Banyuurip berupaya menghadirkan ruang kolaboratif yang menyatukan pendidikan, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Harapannya, langkah kecil yang dilakukan bersama ini mampu menjadi pijakan menuju terwujudnya pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh anak bangsa. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







