PURWOREJO, purworejo24.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda daerah. Sulthan Fadhil Syahbal (15), remaja asal Kabupaten Purworejo, berhasil menembus 20 besar dalam ajang pencarian bakat bergengsi The Icon Indonesia yang ditayangkan di SCTV.
Sulthan, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Purworejo yang lahir pada 29 November 2010 ini, mengikuti seleksi melalui proses panjang dan kompetitif.
Dari lebih dari 4.000 peserta se-Indonesia, ia mampu lolos hingga tahap karantina nasional di Jakarta.
Ibu Sulthan, Sulistyo Setyowati, mengungkapkan bahwa putranya mendaftar secara daring di waktu yang cukup mepet. Namun, berkat ketekunan dan kemampuan yang dimiliki, Sulthan berhasil melewati berbagai tahapan seleksi.
“Awalnya daftar online, lalu audisi lewat Zoom, kirim video, hingga audisi langsung di Hotel Ibis Yogyakarta. Alhamdulillah semuanya lolos sampai akhirnya masuk tahap karantina,” ujarnya, saat di konfirmasi melalui telp, pada Senin (20/4/2026).
Sejak 4 April 2026, Sulthan telah menjalani masa karantina yang direncanakan berlangsung selama empat bulan, dengan sistem eliminasi setiap pekan.
Saat ini, ia telah masuk 20 besar dan akan kembali tampil pada babak berikutnya bersama grup B.
Dalam setiap minggunya, peserta yang tereliminasi berjumlah empat orang. Jika mampu bertahan, Sulthan berpeluang melaju ke babak 16 besar.
“Mohon doa dan dukungannya, semoga Sulthan bisa terus melangkah ke tahap selanjutnya,” imbuh sang ibu.
Perjalanan Sulthan tidak lepas dari tantangan, terutama karena bertepatan dengan jadwal ujian sekolah. Namun, berkat koordinasi dengan Dinas Pendidikan serta dukungan dari Wakil Bupati Purworejo, Sulthan mendapatkan dispensasi untuk tetap mengikuti ujian di Jakarta.
“Alhamdulillah diberi izin dan bisa mengikuti ujian di salah satu SMP di Jakarta, jadi pendidikan tetap berjalan,” jelasnya.
Dalam ajang ini, Sulthan tidak memilih sendiri lagu yang dibawakan. Ia menyanyikan lagu yang telah ditentukan oleh panitia dan dinilai langsung oleh juri, termasuk musisi Ahmad Dhani. Selain itu, ia juga mendapat pelatihan dari para mentor profesional selama karantina.
Bakat bernyanyi Sulthan telah diasah sejak usia dini. Menurut sang ibu, Sulthan sudah mulai bernyanyi dan mengikuti lomba sejak usia tiga tahun.
Keberhasilannya menembus tingkat nasional menjadi wujud dari cita-cita dan kerja kerasnya selama ini.
“Sebagai orang tua tentu sangat bangga dan terharu. Ini adalah hasil dari proses panjang sejak kecil. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak daerah lainnya,” tuturnya.
Saat ini, komunikasi dengan keluarga sangat terbatas karena ketatnya aturan karantina.
Sulthan hanya dapat bertemu keluarga dalam waktu singkat dan tidak diperkenankan menggunakan telepon secara bebas.
Dukungan masyarakat menjadi hal penting bagi keberlanjutan langkah Sulthan di ajang ini.
Warga Purworejo dan sekitarnya diharapkan dapat memberikan doa serta dukungan, termasuk melalui media sosial seperti Instagram @theicon_sultan dan TikTok @theicon_sulthan.
Selain itu, keluarga Sulthan juga dijadwalkan bertemu dengan Paguyuban Warga Purworejo di Jakarta (Pakuwojo) untuk mendapatkan dukungan langsung dari perantau asal daerahnya.
Keberhasilan Sulthan di panggung nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Purworejo untuk terus mengembangkan bakat dan berani berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








