Ekonomi

Subsidi BBM dan Infrastruktur Perkuat Aktivitas Nelayan Pantai Dewaruci

30
×

Subsidi BBM dan Infrastruktur Perkuat Aktivitas Nelayan Pantai Dewaruci

Sebarkan artikel ini
Nelayan Jatimalang
Nelayan Jatimalang

PURWOREJO, purworejo24.com – Ketersediaan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi nelayan di pesisir selatan Kabupaten Purworejo dinilai masih mencukupi untuk menunjang aktivitas melaut. Hal ini disampaikan Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Warsito.

Menurutnya, rata-rata kebutuhan BBM untuk kapal nelayan mencapai sekitar 900 liter per bulan.

Dengan pola melaut dua hari sekali, konsumsi harian per kapal berkisar 30 liter.

Sementara itu, untuk sektor tambak, kebutuhan solar mencapai sekitar 10 liter per mesin per hari, serta pertalite sekitar 55 liter per mesin.

“Untuk aktivitas nelayan di Jatimalang, kurang lebih ada sekitar 150 nelayan, dengan sekitar 45 kapal di antaranya berasal dari wilayah Jatimalang,” jelas Warsito, pada Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) yang telah beroperasi sejak 2016–2017 menjadi salah satu penopang utama kelancaran operasional nelayan.

Fasilitas yang merupakan bantuan pemerintah pusat tersebut dinilai sangat membantu akses BBM bersubsidi secara lebih mudah dan terjangkau.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor perikanan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berbagai fasilitas penunjang telah dibangun, mulai dari gudang mesin, bengkel perbaikan kapal, kantor pengelola, hingga sarana pendukung seperti kamar mandi dan sistem keamanan.

Fasilitas sebagian sudah tersedia, namun masih menunggu penyelesaian dan penyerahan resmi. Nantinya akan dikelola oleh koperasi desa yang sudah dibentuk,” ungkapnya.

Meski proses pembangunan berjalan relatif lancar, pihaknya berharap seluruh fasilitas dapat segera difungsikan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para nelayan.

Harapannya program ini bisa berjalan lancar dan benar-benar bermanfaat bagi seluruh nelayan, khususnya di Jatimalang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Nelayan Pantai Dewaruci, Neneng Sutoyo, menjelaskan bahwa hasil tangkapan nelayan sebagian besar dipasarkan melalui sistem lelang di dalam daerah.

Namun, untuk komoditas tertentu seperti lobster, tenggiri, dan bawal putih, sebagian telah menembus pasar ekspor.

Untuk ikan ekspor biasanya ada pihak yang mengambil langsung dari sini, meskipun tidak setiap waktu karena tergantung musim,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hasil tangkapan nelayan didominasi oleh ikan lokal seperti layur dan berbagai jenis ikan karang. Aktivitas melaut umumnya dimulai pukul 06.00 pagi dan berakhir sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 siang, bergantung pada kondisi cuaca.

Kalau cuaca normal, nelayan bisa melaut harian. Namun pada musim tertentu, durasi melaut bisa lebih lama hingga sore hari,” jelasnya.

Dalam satu perahu yang diisi dua hingga tiga orang nelayan, hasil tangkapan harian bervariasi, dipengaruhi oleh musim serta ketersediaan ikan di perairan.

Dengan dukungan subsidi BBM dan pembangunan infrastruktur melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan di pesisir selatan, khususnya wilayah Jatimalang, terus meningkat secara berkelanjutan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.