Ramadhan

Lesbumi NU Purworejo Gelar Syiar Ramadan dan Napak Tilas Sejarah Masjid Tiban Jannatun Na’im

41
×

Lesbumi NU Purworejo Gelar Syiar Ramadan dan Napak Tilas Sejarah Masjid Tiban Jannatun Na’im

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

BUTUH, purworejo24.com – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Syiar Ramadan dalam rangka memperingati Nuzulul Quran di Masjid Tiban Jannatun Na’im, Desa Dlangu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jumat (6/3/2026) malam, selepas salat tarawih.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PC Lesbumi NU Purworejo dengan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Butuh serta Pengurus Ranting NU Desa Dlangu.

Selain sebagai bagian dari syiar Ramadan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum napak tilas sejarah Masjid Tiban Jannatun Na’im yang dikenal sebagai salah satu masjid tua di wilayah setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH Muhammad Haekal, yang memberikan mauidhoh hasanah di hadapan para jamaah dan masyarakat Desa Dlangu.

Ketua PC Lesbumi NU Purworejo, Kyai Akhmad Khanafi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Dlangu yang telah menerima rombongan Lesbumi dengan penuh kehangatan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Lesbumi dalam mensyiarkan nilai-nilai keislaman sekaligus menelusuri jejak sejarah Islam di Kabupaten Purworejo.

Kami mengucapkan terima kasih karena telah diterima dengan baik di sini. Kedatangan kami juga dalam rangka napak tilas Masjid Tiban Jannatun Na’im yang memiliki cerita sejarah yang menarik dan patut untuk terus dilestarikan,” ujarnya.

Ia menuturkan, berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, beduk yang berada di masjid tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan beduk legendaris di Masjid Agung Purworejo.

Konon menurut cerita masyarakat, beduk yang ada di sini berasal dari cabang pohon yang sama dengan pohon pembuat beduk Pendowo di Masjid Agung Purworejo. Jika yang di Masjid Agung berasal dari batang utamanya, maka yang di Masjid Tiban Jannatun Na’im ini berasal dari bagian cabangnya,” jelas Khanafi.

Menurutnya, kegiatan napak tilas tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Lesbumi untuk merawat sejarah, tradisi, serta khazanah budaya Islam yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, dalam mauidhoh hasanahnya, KH Muhammad Haekal menyampaikan tentang berbagai keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW, khususnya pada bulan suci Ramadan yang penuh keberkahan.

Umat Nabi Muhammad SAW diberikan banyak keistimewaan oleh Allah SWT. Salah satunya adalah bulan Ramadan, di mana setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya,” tuturnya.

Ia juga mengajak para jamaah untuk memanfaatkan momentum Ramadan dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan Syiar Ramadan dan peringatan Nuzulul Quran tersebut berlangsung khidmat, religius, dan penuh kehangatan. Selain diisi dengan tausiyah, acara juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus NU, tokoh masyarakat, dan warga Desa Dlangu.

Melalui kegiatan ini, Lesbumi NU Purworejo berharap syiar Ramadan tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat, tetapi juga mampu menghidupkan kembali tradisi keagamaan serta menjaga warisan sejarah dan budaya Islam yang ada di Kabupaten Purworejo. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.