Ramadhan

Rukyatul Hilal di Pantai Jetis, Hilal Tidak Terlihat, Penetapan 1 Syawal Menunggu Sidang Isbat

36
×

Rukyatul Hilal di Pantai Jetis, Hilal Tidak Terlihat, Penetapan 1 Syawal Menunggu Sidang Isbat

Sebarkan artikel ini
Observasi hilal penentuan 1 syawal 1447 H, di pantai Jetis, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (19/3/2026).
Observasi hilal penentuan 1 syawal 1447 H, di pantai Jetis, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, pada Kamis (19/3/2026).

GRABAG, purworejo24.com – Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo melaksanakan observasi hilal untuk penentuan awal Syawal 1447 Hijriah di Pantai Jetis, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan hilal secara nasional yang hasilnya akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 H.

Kasubag TU Kemenag Purworejo, H. Uan Abdul Hanan, menjelaskan bahwa Pantai Jetis merupakan satu-satunya titik pengamatan (pos observasi bulan/POB) di wilayah Purworejo. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki posisi pengamatan yang lebih optimal dibandingkan lokasi sebelumnya.

Pengamatan hilal dilakukan di pusat observasi bulan Pantai Jetis. Hasilnya akan kami laporkan ke Kementerian Agama untuk dibahas dalam sidang isbat,” ujarnya.

Dari hasil pengamatan, hilal tidak berhasil terlihat. Hal tersebut disebabkan posisi hilal yang masih berada pada ketinggian sekitar 1 derajat, sehingga belum memenuhi kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan, yakni minimal 3 derajat sesuai standar imkan rukyat.

Untuk di Pantai Jetis, hilal tidak dapat terlihat karena posisinya masih sekitar 1 derajat, sehingga belum memungkinkan untuk diamati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Uan menegaskan bahwa penentuan awal Syawal tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI.

Kegiatan rukyatul hilal ini diikuti oleh berbagai unsur, di antaranya perwakilan pemerintah daerah, Kemenag Purworejo dan Kota Magelang, Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Purworejo, organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, seperti An-Nawawi, STAINU Purworejo, dan Al-Iman Bulus.

Selain sebagai bagian dari penentuan kalender hijriah, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat dalam memahami pergerakan benda-benda langit, khususnya terkait penentuan awal dan akhir bulan dalam Islam.

Kami berharap masyarakat dapat mengikuti hasil keputusan pemerintah pusat. Jika terdapat perbedaan, hendaknya tetap saling menghormati dan menjaga toleransi serta ukhuwah,” pungkasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.