PURWOREJO, purworejo24.com — Karya siswa sekolah menengah kejuruan kembali menunjukkan taringnya di industri kreatif.
Enam busana bertajuk “Thread of Destiny” karya siswa jurusan Desain dan Produksi Busana (DPB) SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo berhasil memukau penonton dalam ajang Modest Style Runway yang digelar di Main Atrium Ground Floor Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta, pada 6–7 Maret 2026.
Koleksi tersebut tampil dengan konsep filosofis yang kuat. Mengangkat tema tentang perjalanan hidup manusia, setiap desain dalam koleksi ini menggunakan elemen benang dan simpul sebagai simbol takdir, pertemuan, serta hubungan antar kehidupan.
“In every knot, a story. In every thread, a destiny,” menjadi kalimat yang menginspirasi lahirnya koleksi ini. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa dalam setiap simpul kehidupan terdapat cerita, sementara setiap benang melambangkan perjalanan takdir manusia yang terus terjalin.
Dalam koleksi ini, takdir digambarkan seperti seutas tali panjang. Terkadang berjalan lurus dan tenang, namun di saat lain dapat melilit, bersimpul, bahkan berpapasan dengan garis kehidupan orang lain. Karena itu, elemen tali dan ikatan tidak sekadar menjadi ornamen busana, melainkan simbol garis waktu, koneksi, dan perjumpaan manusia.
Secara desain, koleksi “Thread of Destiny” mengusung gaya modest dan elegan. Busana dirancang dengan siluet longgar atau loose cut yang tetap memiliki struktur tegas sehingga menjaga bentuk sekaligus menonjolkan kesan anggun.
Desain tersebut juga memberi ruang gerak yang nyaman bagi perempuan tanpa menghilangkan aura elegan. Perpaduan konsep modest fashion dengan sentuhan modern menjadikan koleksi ini tampil kuat namun tetap sederhana.
Dari sisi warna, para desainer muda ini memilih palet midnight blue yang menenangkan dan deep black yang memberi kesan kuat serta otoritatif. Kombinasi kedua warna tersebut menciptakan nuansa misterius namun tetap berkelas.
Perpaduan hitam dan biru dalam koleksi ini merepresentasikan karakter perempuan yang percaya diri, tenang, dan memiliki kendali penuh atas dirinya tanpa perlu tampil mencolok.
Keikutsertaan siswa SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo dalam ajang Modest Style Runway menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Indonesian Fashion Chamber (IFC) Jogja dan Plaza Ambarrukmo yang menghadirkan berbagai kegiatan kreatif selama dua hari.
Rangkaian acara meliputi lomba fashion show anak, peragaan busana, talk show, hingga berbagai aktivitas yang mendukung perkembangan industri fashion, khususnya modest fashion.
Kepala SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo, Achmad Abdul Fatah, mengatakan bahwa partisipasi siswa dalam ajang tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan dunia pendidikan dengan industri kreatif.
“Kami ingin siswa tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memiliki mental profesional dan keberanian untuk tampil. Ini menjadi bukti bahwa karya anak SMK memiliki kualitas sekaligus identitas yang khas, terlebih sekolah kami berbasis pondok pesantren,” ujarnya.
Pendamping busana kreatif SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo sekaligus pemilik brand Li Scarf, Irun Maulana, menjelaskan bahwa koleksi “Thread of Destiny” merupakan refleksi tentang manusia yang pada akhirnya menjadi perancang bagi kehidupannya sendiri.
“Koleksi ini adalah persembahan bagi individu yang menghargai setiap warna kehidupan, tetapi tetap tampil dengan kendali penuh. Pada akhirnya, kita sendirilah yang merajut pengalaman menjadi satu kesatuan yang indah,” kata Irun.
Guru pendamping produksi busana, Roro Hasina, menambahkan bahwa pengalaman tampil di panggung publik memberikan pelajaran penting bagi siswa, terutama dalam membangun ketahanan mental dan profesionalisme.
“Mereka belajar bahwa setiap detail memiliki makna, dan setiap karya membawa tanggung jawab,” ujarnya.
Adapun koleksi yang ditampilkan dalam ajang tersebut berada di bawah naungan brand Kanamli, label resmi milik SMK Unggulan An-Nawawi Purworejo.
Nama Kanamli sendiri berasal dari bahasa Arab kanamlin yang berarti “seperti semut”.
Filosofi tersebut menggambarkan semangat kerja sama, etos kerja tinggi, serta kekompakan seperti semut yang bergerak bersama mencapai tujuan.
Melalui koleksi “Thread of Destiny”, para siswa tidak hanya menampilkan karya busana, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa kehidupan, layaknya benang dan simpul, adalah proses panjang merajut makna dengan kesadaran, kerja keras, dan kendali diri. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








