PURWOREJO, purworejo24.com — Suasana berbeda tampak di depan SMA Negeri 10 Purworejo, Minggu (15/2/2026).
Ratusan siswa, alumni, guru, dan warga Kecamatan Purworejo turun ke aliran sungai di depan sekolah untuk mengikuti “Semandasa Fishing Festival”, rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 sekolah tersebut.
Tak sekadar lomba memancing, kegiatan ini juga menghadirkan tradisi tangkap ikan bersama atau yang dikenal sebagai “gubyag” atau “gogoh ikan”, tepat menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026.
Kepala SMA Negeri 10 Purworejo, Ruri Purnamawati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya menghidupkan kembali kearifan lokal yang mulai jarang ditemui.
“Kegiatan hari ini adalah Semandasa Fishing Festival. Ini rangkaian HUT ke-27 SMA Negeri 10 Purworejo. Selain memancing tradisional menggunakan joran bambu buatan siswa, ada juga kegiatan gubyag atau gogoh ikan, yaitu menangkap ikan bersama-sama dengan tangan kosong,” ujar Ruri saat ditemui di lokasi pada Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, gubyag bukan sekadar hiburan. Ada nilai pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada siswa. Tradisi ini semakin hilang di tengah derasnya kemajuan zaman.
“Di dalam gubyag ini ada pembelajaran tentang keteguhan, gotong royong, kolaborasi, juga edukasi bagaimana kita mengelola lingkungan, khususnya ekosistem air sungai di depan sekolah,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga sejalan dengan branding sekolah sebagai sekolah Adiwiyata yang peduli lingkungan.
Dalam festival tersebut, panitia menebar berbagai jenis ikan di sepanjang aliran sungai, mulai dari nila, lele, gurame, patin hingga bawal.
Setelah sesi memancing dan gubyag selesai, sekolah juga menggelar tabur benih ikan sebanyak 3 kuintal sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem sungai.
“Selain memperingati HUT, kegiatan ini juga sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 2026. Seluruh elemen masyarakat bersuka cita bersama di area depan sekolah,” ujar Ruri.
Sejumlah peserta mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Seorang warga yang ikut memancing mengatakan berhasil mendapatkan ikan nila dan lele.
“Dapat banyak, tadi nila, lele, sama bawal,” ujarnya Ridwan sambil tersenyum.
Peserta lain, Anzi, menyebut kegiatan itu menjadi ajang silaturahmi menjelang Ramadan.
“Ini selain HUT sekolah juga menyambut bulan suci Ramadan. Tadi mancing dua sesi, lalu gogoh bareng-bareng. Susah sih, karena harus masuk ke air, tapi seru. Dapat lele sama gurame,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.
“Harapannya masyarakat makin guyub rukun, gotong royong. Kalau bisa ke depan diadakan lagi karena masyarakat senang,” ucapnya.
Tradisi tangkap ikan bersama yang sempat redup kini kembali menggema, menjadi simbol kebersamaan dan kegembiraan warga menyambut Ramadan dengan penuh sukacita. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








