PURWOREJO, purworejo24.com – Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Purworejo terus berinovasi dalam mendukung ketahanan pangan dan kecukupan gizi masyarakat.
Melalui program Ayam Petelur Skala Rumahan, PDAU mengajak masyarakat untuk membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis peternakan.
Direktur PDAU Kabupaten Purworejo, Rainier, menjelaskan bahwa program ini merupakan pengembangan dari program sebelumnya yang telah dijalankan bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pada November 2025 lalu, PDAU telah menyalurkan paket ayam petelur skala desa sebanyak 300 ekor per paket melalui kolaborasi dengan BUMDes di sejumlah wilayah.
“Sekarang kami kembangkan paket mandiri skala rumahan. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang ketahanan pangan dan kecukupan gizi keluarga. Tidak hanya membeli telur, tapi masyarakat juga memahami proses beternak, ilmunya, serta perhitungan modal usahanya,” ujar Rainier, saat ditemui di Stand Expo Purworejo, pada Rabu (11/2/2026).
Rainier menambahkan, telur merupakan sumber protein dan omega yang sangat baik untuk kesehatan.
Melalui program ini, masyarakat diajak untuk tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar, tetapi mampu memenuhi kebutuhan gizi dari rumah sendiri.
Paket ayam petelur skala rumahan yang ditawarkan PDAU berisi 18 ekor ayam dengan potensi produksi sekitar 1 kilogram telur per hari atau rata-rata 16 butir telur.
Paket tersebut dibanderol dengan harga Rp3,9 juta, yang sudah mencakup kandang, ayam petelur, pakan selama satu bulan, vaksinasi lengkap (dua kali suntik dan satu kali obat), serta layanan konsultasi gratis.
“Kandang yang kami sediakan kualitasnya berbeda dengan yang dijual secara daring. Bisa dilihat langsung di stand expo ini. Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan sarana beternak yang layak dan berkualitas,” jelasnya.
Program ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa persyaratan khusus, selain menyediakan lokasi untuk kandang.
Dengan modal tersebut, Rainier memperkirakan pengembalian modal dapat tercapai dalam waktu sekitar tiga bulan pada masa awal produksi.
Selain skala rumahan, PDAU juga tetap melayani program peternakan ayam petelur skala desa dengan jumlah 300 hingga 500 ekor.
Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan di lima desa, yakni Desa Jelok, Bendosari, Sutoragan, Hardimulyo, dan Polomarto.
“Respons masyarakat sangat baik. Hari ini saja sudah ada sekitar 20 calon pelanggan yang datang langsung ke stand expo maupun menghubungi kami melalui WhatsApp,” ungkap Rainier.
Ia menilai program ini memiliki peluang besar karena kebutuhan telur di desa-desa masih sangat tinggi, terlebih dengan adanya berbagai program pemenuhan gizi masyarakat.
Menurutnya, kemandirian pangan akan lebih kuat jika didorong dari inisiatif individu, bukan hanya mengandalkan BUMDes.
“Kalau mandiri, semua orang bisa berinovasi, punya inisiatif, dan mengembangkan kemampuannya. Harapannya, masyarakat bisa terus berkembang dan setidaknya kebutuhan telur keluarga dapat terpenuhi dari rumah sendiri,” pungkasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







