PURWOREJO, purworejo24.com – Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar terus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru.
Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Transformasi Kompetensi Guru SD melalui Literasi Digital dan Inovasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Era Society 5.0” yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Bayan, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan ini diketuai oleh Prasetyo Budi Darmono, M.Pd., dengan anggota tim Isnaeni Maryam, M.Pd., Muhammad Rifai, Cindi Mutiara, Chusni, dan Eri. Sebanyak 25 guru SD Muhammadiyah Bayan mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan antusias.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SD Muhammadiyah Bayan, Nurul Hasanah, M.Pd.I., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, terutama dalam mendorong guru untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi titik awal perubahan pola pembelajaran di sekolah, dari yang konvensional menuju pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Prasetyo Budi Darmono, M.Pd., menegaskan bahwa transformasi pendidikan di era Society 5.0 menuntut guru tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pembelajaran mendalam (deep learning) yang bermakna bagi siswa.
Prasetyo Budi Darmono menjelaskan konsep deep learning yang menekankan pada pemahaman konsep secara utuh, penguatan nalar kritis, serta keterkaitan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata siswa.
“Selama ini guru-guru masih sangat jarang yang memanfaatkan digital untuk pembelajaran, mereka pling sering menggunakan ppt untuk pembelajaran di kelas. Makanya kamu hadir untuk memberikan pelatihan mengenai literasi digital,” kata Budi Darmono
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pelatihan literasi digital oleh Isnaeni Maryam, M.Pd., selaku narasumber kedua. Pada sesi ini, para guru dilatih secara langsung membuat media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Canva.
Mulai dari media presentasi interaktif, kuis, game edukasi, hingga ice breaking pembelajaran, seluruhnya dirancang agar dapat digunakan secara praktis di kelas.
“Khusus guru kelas 1 hingga kelas 6, peserta didampingi dalam pembuatan sumber belajar digital yang kemudian dikompilasi menjadi sebuah website pembelajaran,” kata Isnaeni
Website tersebut berisi kumpulan media pembelajaran interaktif, kuis, game edukasi, dan ice breaking dari seluruh mata pelajaran, hasil karya para guru sendiri.
Selama ini, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di sekolah masih tergolong minim. Mayoritas guru hanya menggunakan PowerPoint sebagai media ajar. Melalui pelatihan ini, guru didorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital demi menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan tatap muka, tim pengabdian juga akan melakukan pendampingan lanjutan secara daring terkait pengembangan media pembelajaran.
“Rencananya, pada Februari mendatang, guru akan mulai menerapkan hasil karya digital tersebut secara langsung di kelas,” kata Dia
Melalui kegiatan ini, diharapkan pembelajaran di SD Muhammadiyah Bayan menjadi lebih interaktif, siswa lebih aktif dalam proses belajar, serta tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal sesuai tuntutan pendidikan di era Society 5.0. (P24-byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








