Pendidikan

MA Nawawi Tembus 10 Besar Lomba Short Movie Nasional PNM, Diundang Terima Penghargaan di Jakarta

157
×

MA Nawawi Tembus 10 Besar Lomba Short Movie Nasional PNM, Diundang Terima Penghargaan di Jakarta

Sebarkan artikel ini
Foto bersama
Foto bersama

PURWOREJO, purworejo24.com – Prestasi membanggakan ditorehkan Madrasah Aliyah (MA) Nawawi. Sekolah berbasis pesantren ini berhasil menembus 10 besar lomba short movie tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui ajang Madani Visual Parade (MVP).

Kompetisi tersebut diikuti oleh siswa-siswi SMA, MA, dan SMK dari seluruh Indonesia dengan tingkat persaingan yang ketat, terutama karena sebagian besar peserta berasal dari SMK yang memiliki jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

Meski demikian, MA Nawawi mampu bersaing dan menunjukkan kualitas karya hingga akhirnya lolos sebagai finalis nasional.

Ini sebenarnya lomba short movie tingkat nasional, diikuti siswa SMA, MA, dan SMK se-Indonesia. Kebanyakan yang ikut memang dari SMK yang punya jurusan DKV. Alhamdulillah, MA Nawawi bisa masuk 10 besar dan diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan,” ujar kata Huda Mabrur pendamping siswa saat ditemui pada Selasa (27/1/2026).

Dalam ajang tersebut, MA Nawawi berhasil meraih penghargaan “Favorit Empat”. Meski bukan posisi juara utama, capaian ini dinilai sangat membanggakan mengingat keterbatasan fasilitas dan latar belakang sekolah yang tidak secara khusus memiliki jurusan perfilman.

Mengangkat Tema “Ibuku Pahlawanku”

Madani Visual Parade (MVP) sendiri merupakan ajang lomba video kreatif tingkat SLTA yang secara rutin digelar oleh PNM. Pada tahun ini, kompetisi mengusung tema “Ibuku Pahlawanku”, yang mengajak generasi muda mengekspresikan apresiasi dan penghormatan terhadap peran ibu melalui karya visual yang inspiratif dan penuh makna.

Film karya siswa-siswi MA Nawawi dibuat dengan peralatan sederhana, hanya menggunakan telepon genggam dan kamera milik sekolah. Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi mereka untuk menyampaikan pesan yang kuat dan menyentuh, sehingga mampu menarik perhatian dewan juri dan publik.

Sebagai bentuk apresiasi, para finalis mendapatkan uang pembinaan, trofi, piagam penghargaan, serta berbagai merchandise dari penyelenggara,” kata Huda

Guru pendamping MA Nawawi, Huda Mabrur, menyampaikan rasa syukur sekaligus harapannya agar prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.

Harapannya teman-teman tetap eksis dan semangat untuk berkreasi, meskipun dengan keterbatasan media. Apalagi kami berbasis pondok pesantren, akses terhadap gadget seperti HP atau kamera itu sangat terbatas,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional, selama ada kemauan, kerja keras, dan kekompakan tim.

Ikuti Winner Tour dan Workshop di Jakarta

Selain menerima penghargaan, 10 finalis terbaik MVP juga mendapatkan kesempatan mengikuti Winner Tour selama tiga hari dua malam di Jakarta. Rangkaian kegiatan meliputi tur keliling gudung PNM, Workshop, serta talkshow inspiratif.

Talkshow tersebut menghadirkan sejumlah tokoh kreatif nasional, di antaranya Iqbal Raisid (Iqbalbalqi), produser Vindes, serta Aco Tenriyagelli (acotenri), sutradara film Suka Duka Tawa untuk Tujuan.

Kegiatan ini bertujuan membuka wawasan peserta serta mendorong mereka membangun perspektif baru dalam berkarya.

Keikutsertaan MA Nawawi dalam ajang nasional ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi, khususnya di bidang perfilman dan industri kreatif, serta memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan Indonesia.

Insyaallah tahun depan akan kita ikuti lagi,”tutup Huda (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.