Pendidikan

Ketua DPRD Purworejo Kembali ke Almamater, Tunaryo : SMK Tak Harus Langsung Kerja, Bisa Lanjut Kuliah

29
×

Ketua DPRD Purworejo Kembali ke Almamater, Tunaryo : SMK Tak Harus Langsung Kerja, Bisa Lanjut Kuliah

Sebarkan artikel ini
Saat kegiatan
Saat kegiatan

PURWOREJO, purworejo24.com — Ketua DPRD Purworejo, Tunaryo, kembali menjejakkan kaki di almamaternya, SMK Institut Indonesia (SMKI) Kutoarjo, Jumat (23/1/2026).

Kunjungan tersebut dikemas dalam kegiatan bertajuk “DPRD Menyapa”, sebuah program silaturahmi sekaligus berbagi motivasi kepada generasi muda, khususnya pelajar.

Tunaryo yang merupakan alumni SMKI angkatan awal 1990-an mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan sekolah tempatnya menimba ilmu. Ia lulus dari SMK II Kutoarjo pada 1991–1992, saat sekolah tersebut masih memiliki tiga jurusan utama, yakni bangunan, listrik, dan mesin.

Dulu jurusannya masih terbatas, beda dengan sekarang yang sudah jauh lebih berkembang,” ujar Tunaryo di hadapan siswa dan guru.

Dalam kesempatan itu, Tunaryo menyampaikan pesan penting kepada para siswa agar tidak terjebak pada stigma lama bahwa lulusan SMK hanya diarahkan untuk langsung bekerja. Menurutnya, pola pikir tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Kami ingin memberi pencerahan kepada adik-adik. Lulusan SMK tidak harus selalu langsung kerja. Mau kuliah bisa, mau berwirausaha bisa, bahkan mau jadi pejabat juga bisa,” katanya disambut tepuk tangan para siswa.

Tunaryo mencontohkan banyak alumni SMK II yang kini berkiprah di berbagai bidang, termasuk di tingkat nasional. Bahkan, ia mengaku sering bertemu sesama alumni SMK II saat menjalankan tugas.

Alumni SMK II itu banyak. Ada yang jadi pengusaha, profesional, sampai pejabat. Jadi jangan minder duluan,” tegasnya.

Selain memotivasi siswa, Tunaryo juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater melalui sikap disiplin. Menurutnya, disiplin merupakan kunci utama keberhasilan, baik dalam dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Disiplin itu bukan hanya soal waktu, tapi juga disiplin dalam berbicara dan bertindak. Itu yang saya pegang sampai sekarang,” ujarnya.

Tunaryo juga berbagi kisah perjalanan hidupnya yang tidak mudah. Ia mengungkapkan berasal dari keluarga sederhana dan memilih SMK sebagai jalan untuk membantu orang tua.

Terus terang, saya berasal dari keluarga yang jauh dari kata mampu. Dulu, setelah lulus SMK, saya merantau. Perjalanan panjang sekali sampai akhirnya bisa seperti sekarang,” tuturnya.

Meski kini menjabat sebagai Ketua DPRD Purworejo, Tunaryo menilai pencapaiannya tidak lepas dari fondasi pendidikan karakter yang ia peroleh sejak di SMK II.

Ia juga membandingkan kondisi SMK II dulu dan sekarang. Menurutnya, secara karakter siswa tidak banyak berubah, namun dari sisi fasilitas dan perkembangan sekolah mengalami kemajuan pesat.

Saya bangga, gedungnya sudah bagus, muridnya sekarang sekitar 540 siswa. Ini perkembangan luar biasa dibanding zaman saya dulu,” katanya.

Kepala SMK II Kutoarjo, Shinta Kusumastuti, ST., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD Purworejo. Menurutnya, Tunaryo adalah sosok nyata (role model) yang dibutuhkan siswa untuk memupuk rasa percaya diri.

Kami ingin mengenalkan bahwa Pak Tunaryo ini alumni sini. Beliau adalah teladan yang berangkat dari kondisi ekonomi terbatas, namun dengan kerja keras dan disiplin bisa mencapai posisi sekarang. Kami tidak ingin anak-anak merasa rendah diri atau berpikir sekolah di sini cuma bisa jadi buruh,” tegas Shinta.

Selain fokus pada motivasi karir, Shinta juga memaparkan bahwa SMK II Kutoarjo saat ini memiliki 568 siswa dengan enam jurusan unggulan, mulai dari Otomotif hingga Mekanik Industri.

Sekolah ini juga memiliki keunikan berupa Kelas Atlet dengan beasiswa SPP gratis selama tiga tahun bagi siswa yang berprestasi di bidang olahraga Tinju (Boxing) dan Silat. (P24-byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.