PURWOREJO, purworejo24.com-Seorang warga Purworejo, Sarwoto, mengungkapkan kekhawatirannya terkait dugaan makanan yang kurang layak konsumsi yang diduga menjadi penyebab keracunan masal di Kabupaten Purworejo pada Jumat (3/10/2025).
Untuk itu pihaknya kini tak memperbolehkan anaknya makan dari Progam Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia lebih memilih membekali anaknya dengan bekal dari rumah ketimbang mengambil resiko keracunan.
“Setelah kejadian ini kita gak cocok dengan MBG, tak bawakan bekal saja dari rumah lebih aman,” kata Sarwoto pada saat ditemui di lokasi SMP 8 Purworejo pada Jumat (3/10/2025).
Sarwoto menambahkan, dari laporan anaknya yang tidak mau memakan makanan yang disediakan ia menilai menu yang disediakan kurang disukai siswa. Sarwoto mengaku anaknya sudah tidak mau makan makanan tersebut karena diduga rasanya yang sudah tidak enak.
“Ya, anak saya sudah tidak mau makan,” ujar Sarwoto, menjelaskan bahwa anaknya enggan memakan makanan yang diduga sudah tidak segar lagi.
Ia menambahkan bahwa ia sudah mengingatkan anaknya untuk tidak memakan makanan yang dirasa tidak enak.
Kekhawatiran Sarwoto semakin bertambah ketika ia mendengar laporan bahwa ada beberapa anak yang mengalami mual-mual setelah mengonsumsi makanan tersebut.
“Dampaknya sekarang mungkin, entah di malam sudah mual-mual gitu,” tambahnya,
Sarwoto berharap agar pihak penyelenggara lebih memperhatikan kualitas makanan yang disajikan, terutama dalam hal kebersihan dan kesegaran. Ia menekankan pentingnya memastikan makanan yang disajikan aman dan layak konsumsi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan anak-anak.
Sementara itu, orang tua korban keracunan, Suswanti juga mengungkapkan hal senada, ia khawatir jika tidak ada pembenahan progam ini akan menimbulkan efek yang berbahaya.
“Rasanya itu pusing, mual dan kerasa itu tadi pagi,” kata Suswanti. (P24/bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







