PURWOREJO, purworejo24.com – Para guru SDN 06 Sungai Maboh, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengikuti pelatihan literasi digital dan pembelajaran mendalam (deep learning) pada 10–11 September 2025.
Kegiatan ini digelar oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Purworejo sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran inovatif di sekolah pedalaman.
Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh 12 guru. Materi yang diberikan meliputi konsep deep learning untuk pembelajaran inovatif, penggunaan platform Quizizz, hingga pemanfaatan Canva sebagai media pembelajaran.
Ketua tim pengabdian, Dita Yuzianah, M.Pd., menjelaskan bahwa guru di pedalaman masih minim pemahaman tentang teknologi pembelajaran berbasis digital.
“Guru-guru di SDN 06 Sungai Maboh selama ini hanya menggunakan metode konvensional. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan digital yang aplikatif, kreatif, sekaligus kontekstual sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.
Sementara itu, pemateri lainnya, Isnaeni Maryam, M. Pd. menekankan pentingnya pendekatan deep learning untuk melatih siswa berpikir kritis.
“Pembelajaran mendalam bukan sekadar menghafal, tapi mendorong siswa mengaitkan konsep, menganalisis, hingga mampu memecahkan masalah nyata. Guru perlu menjadi fasilitator agar siswa bisa belajar secara aktif dan bermakna,” katanya.
Kepala SDN 06 Sungai Maboh, Hermanus, S.Pd.SD, menyambut baik program ini. Ia menilai pelatihan sangat membantu para guru dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
“Selama ini akses kami terbatas, apalagi internet di sini tidak selalu stabil. Tapi guru-guru sangat antusias belajar. Kami berharap pendampingan seperti ini bisa berlanjut, karena manfaatnya langsung dirasakan,” tuturnya.
Usai pelatihan, guru peserta mengaku lebih percaya diri menggunakan teknologi. Mereka kini mampu membuat kuis interaktif melalui Quizizz dan mendesain media ajar kreatif dengan Canva.
“Awalnya kami mengira sulit, tapi ternyata menyenangkan. Aplikasi seperti Quizizz bisa membuat anak-anak lebih bersemangat belajar,” kata salah satu guru peserta pelatihan.
Tim pengabdian berharap, hasil dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga membentuk budaya belajar inovatif di sekolah. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









