Seni Budaya

Perpaduan Doa, Rasa dan Seni Visual, Seniman Multitalenta Nurani Rilis Lagu ke-8 Berjudul “Panyuwunan”

135
×

Perpaduan Doa, Rasa dan Seni Visual, Seniman Multitalenta Nurani Rilis Lagu ke-8 Berjudul “Panyuwunan”

Sebarkan artikel ini
Nurani
Nurani

PURWOREJO, purworejo24.com – Setelah sukses memperkenalkan desain batik “Mahila Cahyoning Negoro” yang sarat makna tentang perempuan sebagai cahaya peradaban dan penjaga budaya, seniman multitalenta asal Purworejo, Nurani, kembali menghadirkan karya terbaru yang kali ini menyentuh lewat alunan musik.

Ia meluncurkan sebuah lagu berjudul “Panyuwunan”, yang dalam bahasa Jawa berarti permohonan atau harapan tulus.

Nurani menjelaskan, karya musik ini merupakan kelanjutan perjalanan kreatifnya setelah sebelumnya mengekspresikan gagasan melalui seni batik.

Menurutnya, “Panyuwunan” menjadi medium doa, rasa syukur, sekaligus ungkapan kerinduan manusia terhadap anugerah Tuhan berupa cinta.

Setelah kemarin saya menuangkan nilai-nilai perempuan dan harapan untuk negeri lewat motif batik yang saya beri nama Mahila Cahyoning Negoro, kali ini saya melanjutkan kiprah di dunia musik. Lagu Panyuwunan ini adalah suara hati dan doa yang saya kemas dalam nada. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi para wanita khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya,” ujar Nurani.

Lagu Panyuwunan menghadirkan nuansa pop dengan aransemen kontemporer yang lembut, berpadu instrumen musik yang syahdu.

Liriknya ditulis dengan bahasa Jawa halus penuh makna, mengisahkan ketulusan jiwa seseorang dalam memohon kepada Sang Pencipta.

Menariknya, karya ini juga melibatkan dua arranger sekaligus, yaitu Nur Asli dari Gading Purworejo dan Danang dari Flute Record Magelang, sehingga menghasilkan komposisi musik yang kaya namun tetap harmonis.

Tak hanya berhenti pada ranah audio, Panyuwunan juga dilengkapi dengan video klip yang berbeda dari biasanya. Nurani menyajikannya melalui animasi dengan alur cerita, sehingga pengalaman visual dan rasa yang ditawarkan semakin mendalam.

Bagi Nurani, seni bukanlah sesuatu yang berjalan sendiri-sendiri. Baginya, setiap karya adalah hasil jalinan rupa, suara, dan rasa yang saling berkolaborasi untuk menciptakan harmoni.

Saya percaya kesenian adalah ruang dialog yang tak terbatas. Batik, musik, bahkan animasi bisa saling mengisi, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna bagi kehidupan,” imbuhnya.

Dengan lahirnya lagu ke-8 dalam perjalanan musiknya ini, Nurani semakin meneguhkan diri sebagai seniman yang konsisten menyalurkan gagasan melalui berbagai medium.

Panyuwunan pun diharapkan menjadi karya yang tak sekadar enak didengar, tetapi juga mampu mengetuk hati pendengar untuk senantiasa mengingat Sang Pencipta dengan penuh syukur. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.