PURWOREJO, purworejo24.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi angkat bicara terkait polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati yang menuai protes keras dari masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta Pemkab Pati segera membuka ruang komunikasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kenaikan 250 persen PBB-P2.
“Saya sudah perintahkan untuk dibuka kran komunikasi dengan masyarakat, terutama terkait public complaint di wilayah. Kita harus hadir di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi dalam wawancara bersama awak media, Rabu (7/8/2025).
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kebijakan apapun yang berkaitan dengan beban masyarakat, terutama soal pajak, harus mempertimbangkan dua hal penting kemampuan fiskal daerah dan kemampuan ekonomi rakyat.
Ia menekankan bahwa prinsip utama dalam menentukan besaran pajak adalah tidak boleh membebani masyarakat.
“Prinsipnya, disesuaikan dengan kemampuan daerah, tapi juga jangan membebani rakyat. Maka saya sudah perintahkan dilakukan evaluasi dan kajian,” tegasnya.
Diketahui, Sejak Mei 2025, Pemkab Pati menetapkan kebijakan kenaikan PBB-P2 hingga ±250%. Pemerintah daerah berdalih, kenaikan ini perlu karena tarif PBB belum disesuaikan selama 14 tahun terakhir.
Namun kebijakan ini memicu reaksi keras dari masyarakat, terutama petani dan warga desa yang merasa terbebani.
Gubernur Luthfi menyarankan Pemkab Pati melakukan kajian ulang, termasuk dengan melibatkan pihak ketiga, agar bisa mengukur apakah kebijakan tersebut proporsional.
“Segera lakukan koordinasi. Lakukan permohonan kepada pihak ketiga, misalnya kajian akademik atau lembaga independen. Kirimkan ke provinsi juga untuk ditelaah, apakah kenaikan PBB itu wajar atau tidak,” katanya.
Luthfi juga menyoroti lemahnya sosialisasi oleh Pemkab kepada masyarakat. Menurutnya, banyak warga yang belum memahami tujuan dan mekanisme kenaikan PBB karena informasi belum tersampaikan secara terbuka.
“Sosialisasi harus masif dan cepat. Jangan berlama-lama,” tegasnya.
Ia pun mengingatkan bahwa situasi ini bisa berujung pada perpecahan jika tidak ditangani dengan bijak. (P24-bayu/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








