Sosial

Wujudkan Zero Sara, Kerukunan Antar Umat Beragama Menjadi Program Penting dalam Pembangunan Daerah

35
×

Wujudkan Zero Sara, Kerukunan Antar Umat Beragama Menjadi Program Penting dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Peluncurkan Proyek Perubahan Kawal Pemda (Kajian dan Wawasan Literasi untuk Pencegahan Radikalisme dalam Kebijakan Daerah)
Peluncurkan Proyek Perubahan Kawal Pemda (Kajian dan Wawasan Literasi untuk Pencegahan Radikalisme dalam Kebijakan Daerah)

PURWOREJO, purworejo24.com – Menjaga kerukunan antar umat beragama dan penghayat kepercayaan menjadi bagian penting dari komitmen membangun masyarakat yang inklusif, damai, dan harmonis. Penekanan itu, disampaikan oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti saat menghadiri kegiatan Dialog Kerukunan Beragama dan Penghayat Kepercayaan yang sekaligus juga meluncurkan Proyek Perubahan Kawal Pemda (Kajian dan Wawasan Literasi untuk Pencegahan Radikalisme dalam Kebijakan Daerah) di Rumah Makan Ayam Bakar Bambu Kuning (ABK) Purworejo, pada Rabu (9/7/2025).

Bupati mengatakan, dialog kerukunan menjadi ruang bersama untuk mempererat simpul persaudaraan, menguatkan pemahaman lintas iman dan keyakinan dan meneguhkan semangat gotong royong.

Disampaikannya, Kabupaten Purworejo senantiasa menjunjung tinggi semangat kebhinekaan dalam bingkai nilai religius dan kearifan lokal.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah tahun 2025–2029, yaitu Purworejo Berseri — Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif,” jelas Bupati.

Bupati juga mendukung penuh peluncuran proyek perubahan “Kawal Pemda” sebagai langkah inovatif untuk mendorong penguatan literasi ideologi, kebangsaan, serta ketahanan sosial melalui pendekatan kebijakan yang inklusif dan kolaboratif. Ia mengajak masyarakat ikut ambil bagian mengawal keberagaman, menjaga ideologi Pancasila, dan memperkuat ketahanan sosial.

Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, dan toleransi sebagai fondasi kebersamaan. Mari kita bangun Purworejo yang harmonis, bersatu, berseri menuju masa depan yang cerah,” ajaknya.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Triwahyuni Wulansari AP MAP yang menginisiasi Kawal Pemda menjelaskan bahwa proyek tersebut sangat strategis karena menjadi bagian dari upaya sistemik untuk menyaring kebijakan daerah, dari potensi masuknya ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.

Literasi yang baik akan membentuk kesadaran kolektif, memperkuat ketahanan masyarakat, dan memperkokoh identitas kebangsaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo, Agus Widiyanto, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan kepercayaan untuk mencegah intoleransi di Kabupaten Purworejo.

Agus Widiyanto mengatakan bahwa target utama adalah mencapai Zero Sara, artinya tidak ada lagi konflik-konflik yang bermuatan agama di Kabupaten Purworejo sekecil apapun.

Untuk mencapai target ini, Kesbangpol melibatkan beberapa forum, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat, dalam dialog kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan,” ujarnya.

Dengan dialog seperti ini, Agus Widiyanto berharap dapat memperluas referensi tokoh agama dan tokoh masyarakat tentang pentingnya kerukunan umat beragama dan toleransi.

Itu niat kami sebenarnya, sehingga kegiatan dialog seperti ini dengan melibatkan beberapa nara sumber yang kompeten tentunya semakin memperluas referensi tokoh agama, tokoh masyarakat, oh pentingnya kerukunan umat beragama, saling toleransi ini bisa tetep kita jaga,” jelasnya.

Agus Widiyanto juga menyebutkan bahwa program prioritas dalam RPJMD Purworejo adalah menciptakan masyarakat yang religius dan bebas dari konflik-konflik yang bermuatan agama atau intoleransi. Dengan demikian, dialog kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan menjadi salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut.

Dialog kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan ini menghadirkan nara sumber yang kompeten, yaitu dari Kemenag dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

Dengan demikian, diharapkan dapat memperkuat kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di Kabupaten Purworejo,” tandasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.