Sosial

Pelatihan Massage di Kecamatan Bener, Difabel Dibekali Keterampilan Hidup Mandiri

91
×

Pelatihan Massage di Kecamatan Bener, Difabel Dibekali Keterampilan Hidup Mandiri

Sebarkan artikel ini
Pelatihan massage
Pelatihan massage

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemerintah Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif dan berdaya, dengan menggelar kegiatan Pelatihan Massage untuk Kecakapan Hidup bagi Disabilitas, Kamis (17/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bener ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Bener dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kabupaten Purworejo dan didukung oleh Disable People Organization (DPO) Kecamatan Bener.

Pelatihan ini menyasar para penyandang disabilitas dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Bener, yang ingin memiliki keterampilan praktis untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus mengikis stigma keterbatasan.

Acara dibuka secara resmi oleh Camat Bener, Vivin Suryandari Feriyani, S.STP., MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya memberikan ruang yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok difabel, untuk tumbuh dan berdaya.

Kami sangat mendukung pelatihan ini karena mampu membuka peluang kemandirian ekonomi bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tapi juga bentuk nyata bahwa mereka memiliki ruang yang sama untuk berkembang dan mendapatkan kehidupan yang layak,” ujar Vivin usai kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan semacam ini sejalan dengan misi pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang inklusif dan adil.

Difabel bukan berarti tidak mampu. Justru mereka seringkali memiliki semangat yang luar biasa untuk membuktikan diri. Maka tugas kita adalah membuka jalan itu,” imbuhnya.

Bekal untuk Hidup Mandiri
Pelatihan massage dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Selain bisa dijalankan secara mandiri di rumah, keterampilan ini juga bisa dikembangkan menjadi usaha jasa terapi profesional yang dibutuhkan masyarakat luas, termasuk untuk kebutuhan kesehatan, relaksasi, dan pemulihan cedera ringan.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dasar teori pijat, pengenalan titik-titik tubuh, hingga praktik langsung teknik pijat tradisional dan modern. Instruktur yang dihadirkan merupakan praktisi bersertifikat yang telah berpengalaman dalam dunia terapi pijat.

Kami ingin para penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek bantuan sosial, tetapi juga menjadi subjek yang mandiri dan memiliki daya saing. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi titik awal untuk itu,” ujarnya.

DPO dan PERTUNI Apresiasi Langkah Inklusif

Ketua Disable People Organization (DPO) Kecamatan Bener, Yusro, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah kecamatan yang dinilai berpihak dan responsif terhadap kebutuhan kelompok disabilitas.

Kami sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Bagi kami, ini bukan hanya pelatihan keterampilan, tapi juga bentuk pengakuan atas eksistensi dan potensi kami sebagai bagian dari masyarakat. Pelatihan ini membuka harapan baru bagi teman-teman difabel untuk lebih mandiri dan percaya diri,” ujar Yusro.

Sementara itu, Ketua PERTUNI Sugiyanto, berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke kecamatan lain.

Kami di PERTUNI siap mendukung penuh pelatihan semacam ini. Potensi teman-teman tunanetra dalam bidang massage sangat besar. Yang dibutuhkan hanyalah akses, kesempatan, dan dukungan seperti yang diberikan Kecamatan Bener saat ini,” tegas Sugiyanto.

Diharapkan Jadi Program Berkelanjutan

Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Bener, para pendamping difabel, tokoh masyarakat, serta keluarga peserta. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam mengikuti materi yang disampaikan sepanjang pelatihan.

Di akhir acara, Camat Bener berharap kegiatan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan bahkan diperluas cakupannya.

Kami di Kecamatan Bener siap memfasilitasi kegiatan lanjutan dan terus mendorong agar seluruh kelompok masyarakat, termasuk difabel, mendapat akses yang adil terhadap program pemberdayaan,” pungkas Vivin.

Dengan pelatihan ini, diharapkan akan lahir para terapis pijat profesional dari kalangan difabel di Purworejo, yang tidak hanya mampu mandiri secara ekonomi, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas tentang pentingnya kesetaraan dan inklusi sosial. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.