PURWOREJO, purworejo24.com – Bagi mayoritas generasi milenial ataupun generasi Gen Z dunia pewayangan merupakan dunia seni yang dianggap sudah kuno dan tidak menarik.
Namun, hal itu tak berlaku bagi sebagian sebagian kecil anak-anak di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Kesenian wayang memiliki pesona tersendiri bagi anak-anak yang tertarik akan kekayaan budaya Nusantara.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Servatius Bangkit Mulya Atmaja(8), seorang dalang cilik berbakat asal Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo yang telah menunjukkan kecintaannya pada wayang sejak usia dini.
Bahkan, Serva panggilan akrabnya, sudah mencintai dunia pewayangan sejak usia tiga tahun. Dunia pewayangan membawanya larut ke dalam dunia seni yang saat ini jarang diminati tersebut.
Serva mulai mengenal wayang saat kedua orang tuanya mengajaknya menonton wayang. Mulai saat itu ia terobsesi dengan wayang dan mulai senang dunia perwayangan.
Ditambah lagi, beberapa waktu kemudian, ia mendapatkan hadiah dari saudaranya yang juga seorang dalang berupa wayang mainan. Ayahnya yang juga mendukung kegemaran Serva kemudian memodifikasi wayang dengan memberikan gapit (pegangan wayang) agar bisa dimainkan oleh Serva.
“Wayang pertama saya adalah wayang Pandawa Lima yang kecil. Sejak itu saya terobsesi untuk sering memegang wayang,” kenang Serva saat ditemui di kediamannya.
Tidak hanya berhenti sebagai mainan, minat Serva semakin berkembang ketika ia mulai belajar memainkan wayang secara serius. Ia tak hanya belajar secara otodidak, ia juga mempunyai beberapa guru dalam belajar pewayangan.
Beberapa guru diantaranya seperti Pak Kesit, Pak Narpo, dan Pak Waluyo menjadi pembimbingnya dalam memahami keprakan, dodokan, hingga pakem cerita pewayangan.
“Pertama itu gurunya namanya Pak Kesit.
Terus aku pindah ke guru namanya Pak Narpo, dan yang di sini ada
Pak Waluyo,” kata Serva Rabu (18/6/2025).
Serva telah melakoni pentas wayang lebih dari sepuluh kali. Ia sering membawakan cerita-cerita klasik seperti Brotoseno Lahir, Babat Alas Wonomarto, hingga Dososono Gugur.
Dalam membawakan lakon wayang, Serva mampu menghidupkan karakter dengan alur cerita yang kuat. Ia mampu memahami banyak lakon wayang sebelum usianya menginjak 10 tahun.
Salah satunya Serva mengatakan, lakon wayang Babad Alas Wonomarto mengisahkan tentang upaya para Pandawa dalam membuka hutan Wanamarta yang diberikan oleh Prabu Destarata sebagai pengganti hak atas kerajaan Astina.
“Karakter wayang favorit saya adalah Werkudoro karena wataknya yang baik dan sering menang dalam pertarungan,” ujarnya.
Sebagai seorang pelajar kelas tiga SD yang masih bersekolah di SD Pius Kutoarjo, Serva mampu menyeimbangkan antara sekolah dan hobinya. Ia tetap berprestasi di sekolah tanpa terganggu jadwal latihannya.
Bahkan, ia kerap tampil di acara sekolah-sekolah yang menampilkan pertunjukan wayang.
“Kalau ada acara seperti ulang tahun atau acara sekolah, guru saya biasanya membantu menyusun cerita yang akan saya bawakan,” jelasnya.
Keterlibatan Serva dalam dunia wayang tidak lepas dari dukungan keluarganya. Ia bercerita bahwa kakek dan neneknya pernah membawa pulang satu set wayang yang membuatnya semakin semangat.
“Saat itu saya merasa sangat senang, langsung saya mainkan wayang-wayang tersebut,” katanya.
Dalam setiap pentas, Serva kerap memikat perhatian penonton dengan gaya penceritaannya yang lugas dan detail. Baginya, wayang adalah media untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan budaya.
Selain pentas, Setyo juga aktif belajar tentang filosofi di balik cerita wayang.
Serva memiliki rencana untuk terus mengembangkan kemampuannya. Ia berkeinginan untuk membawa cerita wayang kepada generasi muda agar mereka tetap mengenal dan mencintai budaya bangsa.
“Wayang itu keren, dan saya ingin banyak orang tahu bahwa budaya kita luar biasa,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, Setyo dijadwalkan tampil di sebuah acara di Desa Dewi dengan membawakan lakon Babat Alas Wonowarto. Ia bersemangat untuk kembali menunjukkan bakatnya di depan penonton yang lebih luas.
“Sebentar lagi pentas di Desa Dewi,” ucap Serva.
Meski usianya masih sangat muda, Serva telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kepiawaiannya dalam memainkan wayang dan menceritakan kisah membuatnya mendapat julukan “Dalang Cilik Masa Kini”.
Serva berharap akan ada lebih banyak anak-anak yang tertarik dengan dunia wayang.
“Saya ingin anak-anak seperti saya juga bisa belajar wayang. Wayang itu tidak hanya seni, tapi juga cerita tentang hidup,” katanya (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







