SEMARANG, purworejo24.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Tengah menggelar acara silaturahmi dan konsolidasi dengan tema “Profesionalisme Media dan Penguatan Jaringan” di Semarang, Sabtu (24/5).
Acara ini dihadiri sejumlah akademisi, praktisi media, dan sejumlah tokoh pers, yang bersama-sama menyoroti tantangan media di era digital. Hadir pula puluhan pemilik media yang tergabung dalam JMSI Jawa Tengah.
Dr. Yuwanto, ketua Dewan Pakar JMSI Jateng yang juga akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), menjadi salah satu pembicara utama.
Dalam paparannya, ia menyoroti bagaimana teknologi digital menciptakan ruang-ruang publik baru yang berkelindan dengan demokrasi.
“Kita menghadapi tantangan besar di era teknologi digital. Bagaimana menciptakan dan merevitalisasi teori demokrasi di ruang-ruang publik baru ini,” ungkap Dr. Yuwanto.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan media yang profesional dan literasi kritis masyarakat sebagai pondasi demokrasi yang sehat.
Menurutnya, JMSI memiliki peran strategis dalam menciptakan ruang publik yang sehat, di mana warga negara mampu berpikir kritis dan memiliki literasi yang memadai.
Selain itu, Dr. Yuwanto juga menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena eksekutif turut penetrasi kedalam lembaga lain atau Executive aggrandizement. Ia menyoroti potensi intervensi eksekutif terhadap lembaga lain, termasuk media.
Executive aggrandizement (pembesaran eksekutif) adalah istilah dalam ilmu politik yang merujuk pada upaya seorang pemimpin eksekutif (biasanya presiden atau perdana menteri) untuk memperluas kekuasaannya di luar batas-batas yang ditetapkan oleh konstitusi atau aturan-aturan lainnya
“Saya khawatir, jika pilar keempat, yaitu media, berada dalam cengkeraman eksekutif, maka kekuasaan tidak akan terkendali. Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi secara serius,” tambahnya.
Acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi JMSI Jateng untuk terus memperkuat jaringan media siber yang berintegritas, profesional, dan berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi.
Ketau JMSI Jateng Agus Sunarko ketua JMSI Jateng menambahkan, keberadaan JMSI di wilayah Jawa Tengah diharapkan mampu untuk menjadi fungsi kontrol bagi pemerintah daerah khusunya di setiap kabupaten yang ada anggota JMSI nya.
“JMSI akan menjadi oase ditengah maraknya media-media digital hari ini. JMSI akan siap mengawal pemerintah atauapun berkolaborasi untuk Indonesia lebih maju,” kata Agus. (P24-bayu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








