PURWOREJO, purworejo24.com – Sejumlah alumni yang tergabung dalam Paguyuban Alumni SMP Negeri 2 Purworejo dengan nama Kejora melaksanakan bakti sosial dengan menggelar pasar murah di halaman gedung SMP Negeri 2 Purworejo, pada Sabtu (22/3/2025).
Kegiatan dengan tagline Kejora Beraksi lagi itu menggelar pasar murah dengan menyasar masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah yang ada disekitar SMP Negeri 2 Purworejo.
“Ini kegiatan alumni SMP Negeri 2 yang kita sebut Kejora lintas angkatan dalam rangka untuk bantuan sosial menjelang Idul Fitri dan meramaikan Ramadan dengan membuat pasar murah yaitu menjual sembako dengan harga sangat murah, dengan isi paket sembako ada minyak, beras, gula pasir, mie instan, kecap, dan roti seharga150 ribu kita jual dengan harga hanya 25 ribu,” kata Direktur PDAM Tirta Perwitasari yang juga sebagai ketua panitia kegiatan, Hermawan Wahyu Utomo, saat ditemui disela kegiatan.
Dari hasil penjualan seharga 25 ribu itu, lanjutnya, nantinya akan di salurkan lagi ke sejunlah panti sosial. Ada 4 panti sosial yang akan disasar, diantaranya Panti dan Dhuafa Muhammadiyah Kaligesing, Panti Muhammadiyah Plaosan Purworejo, Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Danu Kusuma di Kelurahan Kledung Kradenan dan Panti Rehabilitasi Tirto Jiwo di Bulus, Purworejo.
“Ini dilaksanakan sehari saja dengan jumlah 164 paket yang dijual untuk sekmen masyarakat berpenghasilan rendah dengan cara membagi kupon agar lebih tertib dan tidak uyeg- uyegan (berdesakan). Dan kegiatan ini terlaksana dari ide atau inisiatif yang muncul dari temen- temen Kejora, seperti saya sendiri, lalu ada mas Bowo, mas Nurman, mas Arbaah, mbak Vivin, bu Nani, bu Indri, bu Erna dan lainya,” jelasnya.
Ia berharap dengan kegiatan ini masyarakat yang kurang mampu bisa turut merayakan hari raya dengan penuh suka cita.
“Kemudian supaya juga temen- temen yang lain ikut berkiprah, satu sisi juga untuk kesolidan kita, kekompakan kita khususnya alumni SMP Negeri 2 Purworejo, jadi ada beberapa cara yang bisa kita jalankan. Kenapa bakti sosial ini kok tidak gratis, karena kalau gratis itu orang punya pandangan malas, tetapi dengan adanya murah ini tetep punya semangat, karena sesuatu yang gratis itu sebenarnya kurang bagus apalagi disitu ada subsidi yang kita bantu jadi dari satu pihak juga saling bersinergis,” tandasnya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








