PURWOREJO, purworejo24.com – Presiden RI Prabowo Subiyanto telah mengumumkan rencana kenaikan gaji bagi guru baik ASN maunpun Non ASN di tahun 2025 mendatang. Rencana kenaikan gaji itu disampaikan oleh Presiden dalam Peringatan Hari Guru beberapa waktu.
Informasi kenaikan gaji itu ditanggapi gembira dan beragam oleh para tokoh, salah satunya adalah Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan.
“Saya belum memahami pasti ya, karena aturanya belum turun, biasanya pada saat sambutan itu dimunculkan, iki kan biasanya tidak sesuai dengan regulasi yang diputuskan, jadi nanti kita menunggu saja, tapi kelihatanya bahwa ini adalah tentang pemerataan kesejahteraan,” kata Irianto Gunawan, saat ditemui usai acara Resepsi HUT Ke 79 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2024, di Gedung PGRI Kabupaten Purworejo, pada Sabtu (30/11/2024).
Irianto mencontohkan gaji besar guru swasta yang semula 1,5 juta akan mendapatkan kenaikan menjadi 2 juta. Tak hanya itu, menurutnya, pemerintah juga memberikan kemudahan memperoleh sertifikat pendidik dengan cara memberikan prioritas termasuk afirmasi.
“Ini agar semuanya bisa mendarat dengan baik,” lanjutnya.
Ia juga menyebutkan pengangkatan PPPK di Kabupaten Purworejo tahun 2024 ini dalam kondisi lancar, PTT dari SD sebanyak 92 dinilai memenuhi syarat dan dari SMP ada 58 juga dinilai memenuhi syarat.
“Mohon doanya semoga PGRI bisa mendampingi pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan dengan porsinya masing-masing sebagai organisasi profesi yang menyiapkan anggotanya yang kurang kompetensinya ini agar bagaimana kompetensi ini bisa sesuai dengan profesi guru, mitra kita bareng- bareng,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Wasit Diono, yang hadir dan memberikan sambutan, berpesan peringatan HUT PGRI ini bukan hanya ceremonial, tetapi untuk membuka raport yang lalu, sebagai evaluasi untuk kebaikan kedepan.
Dalam kesempatan itu Wasit juga mencatat, sebelumnya ada 500-an guru agama Islam di Kabupaten Purworejo yang selama ini hanya jadi penonton sertifikasi. Dari jumlah tersebut kini tinggal 270-an guru yang belum tersertifikasi.
“Terlebih setelah adanya MoU dengan Universitas Islam agar semua guru agama bisa mengikuti PPG sehingga bisa mendapatkan sertifikasi,” katanya. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







