Pendidikan

Jadi Geofisikawan Muda, Mahasiswa UGM Gelar Field Camp di Kecamatan Bagelen, Purworejo

1122
×

Jadi Geofisikawan Muda, Mahasiswa UGM Gelar Field Camp di Kecamatan Bagelen, Purworejo

Sebarkan artikel ini
Foto bersama disela kegiatan Filed Camp Mahasiswa UGM di Bagelen
Foto bersama disela kegiatan Filed Camp Mahasiswa UGM di Bagelen

BAGELEN, purworejo24.com – Puluhan mahasiswa Geofisika Semester 8 Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, melaksanakan kegiatan akhir praktikum lapangan atau Field Camp mata kuliah Lokakarya Geofisika, di Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Dengan dibagi menjadi 9 kelompok atau metode Geofisika diantaranya gravitasi, magnetik, polarisasi terimas, potensial diri, udio magnetotelurik, frekuensi sangat rendah, sounding listrik vertika , MASW, dan mikroseismik, mereka melaksanakan praktikum disejumlah desa di wilayah Kecamatan Bagelen.

Field Camp itu merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dikondisikan sebagaimana suatu proyek Geofisika yang terintegrasi, dan dikelola oleh para geofisikawan muda sebagai pesertanya. Adapun Rangkaian acara Field Camp terdiri dari Kelas Geologi dan Ekskursi Geologi kemudian dilanjutkan dengan Workshop. Acara utama yang dilakukan adalah rangkaian survei lapangan yang dilaksanakan selama 12 hari sejak tanggal 1 September hingga12 September 2024.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa geofisika dapat memperoleh banyak pengalaman berharga sebagai bekal dalam meniti profesi sebagai geofisikawan, seperti pada kegiatan eksplorasi mineral, ataupun mitigasi bencana. Selain menambah pengalaman dan pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar.

Tahun ini kita adakan di Purworejo dan pilihanya jatuh di Bagelen karena salah satu tema yang kemudian kita pilih untuk kegiatan ini adalah mineral, bahan tambang dan di Bagelen ini sebenarnya ada bahan tambang yang sudah ditambang rakyat karena ada bukti- bukti bekas penambangan bersifat gua- gua itu didaerah sebelah timur Bagelen. Wilayah yang digunakan untuk Field Camp ini tidak hanya di Desa Krendetan, tapi ada kegiatan yang kita lakukan di desa Somorejo dan desa yang lain tapi karena bascanpnya kita ada di Krendetan ini maka kita pusatkan disini,” kata Imam Suyanto bersama Ade Anggraini selaku Dosen Pembimbing lapangan Laboratorium Geofisika Departemen Fisika FMIPA UGM, saat ditemui di Omah Bagelen Homestay milik Tut Wuri Trisilowati di Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, pada Kamis (12/9/2024)

Dijelaskan, kegiatan ini sebenarnya merupakan kegiatan akademis yang melatih mahasiswa untuk mempraktekkan ilmu -ilmu yang diperoleh selama kuliah, dan merupakan kegiatan ditahun terakhir bagi mereka sebelum skripsi.

Yang dilakukan mahasiswa ini adalah tentang Geofisika yaitu bagian dari ilmu kebumian, atau geosaint yang menggunakan pendekatan ilmu -ilmu untuk melihat apa- apa yang ada dibawah permukaan bumi, diantaranya bisa berkaitan dengan kegempaan, bisa berkaitan dengan kegunung apian, bisa berkaitan dengan pergerakan tanah dan itu adalah aspek lingkungan dan kebencanaan, tapi kalau diaspek eksplorasi kita pendekatan fisika tadi untuk mencari bahan tambang misalkan, untuk mencari geothermal, untuk melihat potensii minyak bumi, gas, kemudian sering juga berkaitan dengan geoteknik yang sekarang berkembang misalkan untuk kontruksi, menbangun pondasi sedalam berapa itu kita mengembangkan ilnunya disitu, misal untuk hunian, jalan tol, untuk bandara dan lainya,” jelasnya.

Disebutkan, mahasiswa yang melaksanakan kegiatan Field Camp ada 65 mahasiswa, ditambah 2 Dosen koordinator, 15 Dosen Geofisika, 13 asisten Dosen, sejumlah alumni dan pejabat Pertamina yang hadir untuk memberikan bantuan alat untuk kegiatan itu.

Jadi kita jadwalkan mulai jam 7-8 pagi berangkat ke lapangan, kita bagi menjadi 9 kelompok, kemudian sampai sore biasanya paling lambat maghrib sudah sampai sini semua kemudian mengolah data dan jam 8 malam kita mulai presentasi untuk evaluasi hasil yang diperoleh selama dilapangan,” ujarnya.

Diungkapkan, hasil sementara yang bisa dikemukakan selama praktikum masih sangat minim, karena evaluasinya lebih kearah evaluasi target yang dipenuhi apakah sudah terpenuhi atau tidak, data yang diprosespun masih awal, karena mereka setelah ini akan memproses kembali hasil praktikum dilapangan.

Jadi kita beri waktu satu bulan, untuk melakukan prossesingnya, kita pandu hingga mendapatkan hasil akhir. Hasil akhir yang kita peroleh ya pertama mengenai potensi tambang, kita istilahkan zona mineralisasinya berapa kemudian yang betkaitan dengan potensi longsor lalu mengenai air tanah,” terangnya.

Imam Suyanto berharap apa yang dihasil dalam praktkum di Kecamatan Bagelen ini bisa membawa manfaat untuk mahasiswa maupun masyarakat.

Mungkin masyarakat tidak menikmati secara langsung dengan apa yang kita lakukan tetapi mudah -mudahan paling tidak ini bisa memberikan pengaruh kepada masyarakat sekitar bahwa ini ada mahasiswa UGM lo, mudah- mudahan itu bisa memberikan kebanggaan yang kemudian meningkatkan keinginan mereka untuk lebih maju di dunia pendidikan, karena salah satu cara untuk merubah di masyarakat adalah melalui pendidikan dan mudah- mudahan ada pengaruhnya,” harapnya.

Kegiatan Field Camp di Kecamatan Bagelen itu ditutup dengan bakti sosial dengan medical cek up sederhana untuk 200 warga di Desa Krendetan. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.