Kesehatan

Desa Kebongunung, Purworejo, Punya Ambulan Desa Untuk Membantu Warga dalam Pelayanan Kesehatan

201
×

Desa Kebongunung, Purworejo, Punya Ambulan Desa Untuk Membantu Warga dalam Pelayanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Simbolis serah terima ambulan desa oleh bupati kepada kepala desa Kebongunung
Simbolis serah terima ambulan desa oleh bupati kepada kepala desa Kebongunung

LOANO, purworejo24.com – Untuk memudahkan masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan, khususnya kendaraan roda empat untuk mengantarkan orang sakit, baik ke Puskesmas ataupun Rumah Sakit, Pemerintah Desa (Pemdes) Kebongunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyediakan mobil siaga ambulan desa.

Pengadaan ambulan desa itu merupakan hasil musyawarah antara Pemdes dengan lembaga desa dengan menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024 senilai 280 juta.

Berkesempatan Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SH, menyerahkan secara simbolis kunci ambulan desa itu kepada Kepala Desa Kebongunung, Fatah Kusumo Handogo, sebagai tanda mulai dimanfaatkannya ambulan desa untuk kegiatan dimasyarajat.

Penyerahan simbolis itu dilakukan di sela acara Pengajian Akbar dalam rangka Merti Desa yang dilaksanakan di halaman kantor desa setempat, pada Selasa (27/8/2024).

Pengajian Akbar dengan menghadirkan Gus Yusuf Chodlori selaku Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang itu menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Merti Desa di Desa Kebongunung yang telah dimulai sejak 22 Agustus 2024 lalu.

Selain Yuli Hastuti, tampak hadir dalam acara itu, Pimpinan DPRD Kabupaten Purworejo sementara, Dion Agasi Setiabudi dan Rohman, Kepala DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kabupaten Purworejo, Andang Nugerahatara, Ketua DPC PKB Purworejo, Fran Suharmaji, anggota DPRD Purworejo Dapil 6, Muspika Loano, sejumlah Kepala Desa dari desa sekitar, kyai dan tokoh masyarakat.

Pengajian Akbar itu juga dihadiri oleh ribuan warga Desa Kebongunung.

Ambulance ini dibeli menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024, semoga manfaat buat warga Desa Kebongujung, ambulan desa bisa kita beli tapi ya nek iso yo ojo okeh- okeh wong sik loro,” kata Fatah Kusumo Handogo.

Mobil ambulan itu nantinya akan dikelola oleh seorang sopir serta seorang yang merawatnya yang ditunjuk oleh pemerintah desa. Saat ini masih menunggu pembuatan SK penunjukan supir itu.

Dan ini melalui satu pintu saja untuk kegiatan di masyarakat, jadi monggo nanti bisa digunakan manfaatnya untuk orang -orang yang sakit, nanti kita open garasi dilingkungan kantor desa ini, kunci selalu stand by, dan semoga bermanfaat,” lanjut Fatah.

Disampaikan, untuk  rangkaian acara merti desa, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak tanggal 22 Agustus 2024 lalu, yaitu dengan melaksanakan ziarah ke makam pepunden di Desa Kebongunung. Terdapat 5 Padukuhan atau Dusun di Desa Kebongunung, yaitu Dusun Kebongunung, Krajan, Diponayan, Ngaglik dan Sembuh.

Kita tidak meninggalkan sejarah yang babad alas di Desa Kebongunung ini khususnya poro leluhur , poro pepunden atau mbah- mbah yang lalu- lalu, yang sudah berjuang memperjuangkan sehingga adanya Desa Kebongunung ini, silsilahe Kebon ana Gununge, tapi kita belum bisa menggali seperti Desa Loano maupun Trirejo yang kemarin ada Grebeg, kita belum bisa karena yang sepuh- sepuh itu ditanya hanya bilang dulu disini tiap dusun itu malah ada mbah lurahnya,” jelasnya.

Sebagai puncaknya di tanggap 27 Agustus 2024 ini, Pemdes melaksanakan Pengajian Akbar dengan mengundang Gus Yusuf dari Magelang sebagai pemceramah dan simbolis serah terima ambulan desa.

Kita di Merti Desa sekarang ini di tahun 2024 temanya adalah Nyawiji. Nyawiji sendiri adalah menyatu biar disemua segmen dan elemen masyarakat baik dari petani, dari buruh, dari pengusaha dan dari PNS ataupun pekerja swasta itu kita bisa menyatu menjadi satu untuk menjadi Kebongunung yang Gemah Ripah Lohjinawi dan Nyawiji,” ujarnya.

Merti desa itu, tambahnya, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di Desa Kebongunung. Setiap tahunnya acara Merti Desa selalu diisi dengan pengajian juga pagelaran wayang kulit.

Untuk wayangan itu diadakan dua tahun sekali, dan kebetulan di tahun ini hanya pengajian saja, tahun depan baru ada wayangan lagi,” terangnya.

Ambulan desa yang disediakan oleh Pemdes Kebongunung untuk membantu warga
Ambulan desa yang disediakan oleh Pemdes Kebongunung untuk membantu warga

Sementara itu, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti dalam sambutanya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Pemerintah Desa Kebongunung, yang telah mengungkapkan rasa syukurnya dengan mengadakan selamatan merti desa, yang diisi kegiatan religius. Semoga dengan pengajian seperti itu akan bisa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.

Merti desa pada hakikatnya merupakan sebuah kegiatan yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas segala karunia yang diberikan-Nya. Merti Desa adalah cara yang baik untuk memperkuat semangat sosial dan budaya yang melekat dalam jiwa seluruh warga desa,” katanya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini juga merupakan sebuah wadah dimana warga masyarakat bisa membina tali silaturahmi, saling menghormati, serta saling asah, asih dan asuh. Kesemuanya itu merupakan nilai-nilai kearifan lokal yang harus terus dijaga, agar tidak tergerus oleh derasnya perubahan zaman.

Berbekal nilai kearifan lokal yang masih terjaga itu, saya mengajak masyarakat Purworejo khususnya di Desa Kebongunung untuk bersama-sama menangkap peluang, berkreasi, berinovasi, menggali dan mengembangkan potensi yang ada, demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (P24/wid)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.