BAYAN, purworejo24.com – SMP Muhammadiyah Jono menjadi saksi dari upaya serius dalam persiapan menghadapi bencana alam. Sebanyak 101 siswa dan 15 guru berpartisipasi dalam simulasi bencana gempa yang diadakan sebagai bagian dari kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari kedua, pada Selasa (23/7/2024) lalu.
Erlinda, Kepala SMP Muhammadiyah Jono, menjelaskan bahwa simulasi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan sekolah terhadap ancaman gempa, terutama di wilayah Kecamatan Bayan yang rentan terhadap bencana alam.
“Anak-anak dan guru telah dilatih untuk menyelamatkan diri dan membantu teman-teman lain dalam situasi darurat,” ujar Erlinda, pada Rabu (24/7/2024).
Norman Salami, penggerak Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadyah Purworejo, menambahkan bahwa kegiatan ini sangat krusial mengingat lokasi Purworejo yang berada di sepanjang Cincin Api Pasifik. “Mitigasi bencana berbasis masyarakat sangat penting, terutama dalam melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia,” kata Norman.
Simulasi gempa ini juga melibatkan kerjasama dengan Lembaga Mapasuri dan KSR UM Purworejo untuk memastikan bahwa semua peserta dapat merespons dengan cepat dan efektif dalam situasi darurat. Harapan besar dari kegiatan ini adalah agar seluruh komunitas sekolah dapat lebih siap menghadapi potensi bencana di masa depan.
Dengan semangat persiapan yang tinggi, SMP Muhammadiyah Jono tidak hanya berupaya menjadikan siswa sebagai penerima pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam membangun kebencanaan yang lebih kuat dan tangguh di masa mendatang. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








