KALIGESING, purworejo24.com – Tradisi menggunakan godong jati (daun jati) untuk membungkus daging kurban masih dilakukan oleh warga RT 1 RW 7, Dusun Wonorejo, Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah.
Seperti saat dilakukan penyembelihan dan pembagian daging kurban yang dilaksanakan oleh keluarga Ibrahim Rahmat di hari raya Idul Adha 1444 H, pada Kamis (29/6/2023).
Daun jati yang diperoleh dari kebun sekitar itu dinilai efektif untuk mengurangi penggunaan plastik dan ramah lingkungan
Ibrahim Rahmat saat ditemui di sela kesibukan pembagian daging kurban di rumahnya, mengatakan, pada pelaksanaan kali ini, dirinya bersama 4 anggota keluarga yang lain, diantaranya atas nama (alm) Karto Ikromo, (alm) H Zainuddin , (alm) H Arba’in, dan Puji Hartoyo, menyembelih satu ekor sapi untuk berkurban di hari raya Idul Adha.
“Alhamdulillah pada kurban hari ini kami terutama sekali sohibul kurban ada 5 bisa kurban sapi, dan daging nantinya akan kami bagikan warga dengan sistim tradisional. Kita ingin mengurangi sampah-sampah plastik dengan menggunakan dun jati agar lingkungan kami tetap hijau dan sehat, kami selalu menggunakan godong jati, karena godong jati ini kan kalau kering bisa dibakar, baik jadi sampah, jadi pupuk malah,” jelas Ibrahim.
Disampaikan, tradisi penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban telah dilakukan oleh keluarganya di setiap melakukan kurban, dengan tujuan untuk mengurangi sampah plastik yang bisa mencemari lingkungan.
“Harapan kedepan agar warga kami di Dusun Wonorejo ini dapat melaksanakan kurban lebih banyak lagi, atau sohibul kurbanya. Dengan seperti ini motivasi masyarakat cukup baik dan alhamdulillah tahun ini meningkat,” ujarnya.
Disebutkan, dari satu ekor sapi yang disembelih, bisa mendapatkan sekitar 80 kg daging. Dari hasil iitu, daging bersama lainya akan dibagikan ke 100 warga yang tinggal di sekitar rumah Ibrahim.
“Kita kurban sapi 1 tapi untuk ber 5, satu keluarga,” terangnya.
Puji Hartoyo, menambahkan, penggunakan daun jati memang sengaja digalakkan olehnya, agar semua daging untuk tidak dibungkus dengan plastik, supaya tidak mencemari lingkungan.
“Karena plastik akan menimbulkan dampak tidak baik dalam sampah terutana di dalam kebun atau tanaman lain. Karena kalau dengan daun jati ini bila dibuang akan menjadi pupuk organik yang mudah hancur dan larut,” jelasnya.
Penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban itu rencananya akan tetap dilestarikan dan digunakan dalan setiap hari raya Idul Adha pada tahun-tahun mendatang.
“Jadi kita melestarikan nenek moyang sejak dulu jika berkurban sebelum ada plastik selalu menggunakan daun jati maupun daun pisang,” pungkasnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








