KEMIRI, purworejo24.com – Sekolah teladan SD Muhammadiyah Kemiri atau yang dikenal dengan SD Muri, Purworejo, Jawa Tengah, menggelar event Muri Expo 2023, di halaman SD setempat pada Sabtu 3 Juni 2023.
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai salah satu bentuk inovasi kegiatan sekolah untuk pembelajaran dan gelar karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Sesuai dengan temanya, yakni Kearifan Lokal, expo yang diikuti oleh siswa kelas 1 dan kelas 4 itu menyajikan aneka jajanan dengan menu makanan tradisional. Aneka jajanan ditata rapi di setiap stand yang telah disediakan, kemudian dipamerkan lalu dijual kepada para pengunjung yang hadir dalam kegiatan itu.
Expo Muri menjadi semarak dengan diisinya sejumlah penampilan seni, baik gerak dan lagu, menari dan menyanyi maupun pamtomim yang ditampilkan oleh para perwakilan dari siswa SD Muri.
Tak hanya itu, kehadiran badut Spongebob juga menambah ramai suasana, dimana pengunjung tidak hanya bisa berbelanja maupun menikmati hiburan tetapi juga bisa selfi atau berfoto bersama dengan badut yang ada. Tampak ratusan warga, baik tua maupun muda datang dan memadati lokasi Expo Muri yang digelar perdana itu.
Gelaran Expo itu juga dilombakan sebagai bentuk dukungan atau suport dari pihak sekolah kepada peserta expo agar bisa menampilkan sajian terbaik dalam gelaran itu.
“P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu inovasi dalam kurikulum merdeka yang bertujuan untuk memberikan siswa pengalaman nyata dalam mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila melalui serangkaian aktivitas projek pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas,” ungkap Kepala SD Muhammadiyah Kemiri, Widi Hastomo, saat ditemui di kantornya.
Dikatakan, kegiatan Expo Muri dilaksanakan sebagai inovasi yang dikemas untuk pembelajaran P5 bagi siswa kelas 1 dan 4, dimana dengan kegiatan itu, apa yang yang menjadi tuntutan kurikulum, anak-anak bisa belajar dari kegiatan itu.
“Kegiatan expo ini kita wadahi, kita gandeng paguyuban, kalau dianalogikan sekolah sebagai Mall-nya, kita buat stand-stand-nya, ada 17 stand, dan dari wali kelas 1 dan 4 kita bikin kelompok untuk mengambil setiap stand, dan situlah mereka berkarya. Disetiap stand itu mereka menjajakan jajanan tradisional, sesuai yang sudah disepakati kemudian menghias standnya, sehingga menarik, pengunjungpun menjadi tertarik dan membelinya,” jelasnya.
Expo Muri didukung dan dorong penuh oleh pihak sekolah hingga seperti festival atau expo modern pada umumnya, yakni dengan stand bagus, dengan pelayanan yang bagus, menu jajanan yang enak, sehingga expo itu dilombakan dan dibuat kejuaraan.
“Kita pilih makanan tradisional itu karena masuk ke dalam tema kearifan lokal, nguri-nguri kebudayaan yang sudah ada, saya yakin anak- anak zaman mileneal tidak tahu, maka kita bawa mereka kedalam pembelajaran seperti yang dilaksanakan di hari Sabtu ini, kita jadikan laboratorium sekolah.
Kelas mereka ya tenda- tenda, agar mereka bisa untuk bisa melihat, mengamati, bahkan sampai memegang, berbagai jenis jajanan tradisional yang mereka sajikan, mungkin sama makananya tapi beda di Kabupaten lain, tapi disini kita arahkan agae siswa bisa mengerti dan mamahami makanan-makanan tradisional itu,” ujarnya.
Disebutkan, ada sekitar 41 siswa dari kelas 1 dan 42 siswa dari kelas 4 yang ikut sebagai peserta Expo Muri. Stand expo dibikin menjadi semenarik mungkin dengan dinamai para tokoh dalam dunia pewayangan. Masing- masing kelompok atau stand wajib menyajikan 7 jenis makanan tradisional yang berbeda, mereka diperbolehkan bekerjasama dengan pihak lain untuk penyajian menu makanan terbaiknya.
“Makanannya bebas dan mereka sendiri yang menentukan, dari semua jenis makanan tradisional setiap kelompok hanya memilih 7 jenis makanan, yang sekiranya beda dengan kelompok lain, karena ini persaingan, biar cepet habis, mereka harus beda,” terangnya.
Menurutnya, ada yang menarik dalam Expo Muri itu, yakni sekolah menjadi hidup, yaitu sekolah yang disulap menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak- anak.
“Selain ada tenda kita ada yang menghibur para pengunjung, dengan adanya panggung hiburan dan badut, harapanya kaya dimall itu selain mereka disajikan oleh outlet- oultet, Satpamya manis, ada yang menghibur disitu, analogikanya itu, kita mengadopsi dari mall, yang banyak orang sukai,” lanjutnya.
Sesuai dengan tujuannya, kegiatan itu bisa menjadi media pembelajaran bagi siswa, banyak aspek positif yang bisa dipetik leh siswa, diantaranya aspek kerohanian, aspek sosial, aspek perekonomian, ada keakraban yang biasanya belajar dengan guru, di sini belajarnya dengan orang tua juga dengan guru, sehingga mereka bisa saling kenal dan menciptakan suasana sekolah sesuai dengan harapan.
“Harapan ke depan ini diadakan lagi, saya harap lembaga lain tidak meniru biar tidak menjamur, kalau tidak ditiru kan menjadi unggulan, program unggulan di SD Muri ini,” harapnya(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








