PemerintahanRamadhanSeni BudayaSosial

Yayasan Nuhantra dan Warga Pangenjurutengah Gelar Peringatan 120 Tahun Kelahiran WR Soepratman

165
×

Yayasan Nuhantra dan Warga Pangenjurutengah Gelar Peringatan 120 Tahun Kelahiran WR Soepratman

Sebarkan artikel ini
Peringatan 120 Tahun Kelahiran WR Supratman di Omah Srotong Srawung Sitanjung Kelurahan Pangenjurutengah, Purworejo
Peringatan 120 Tahun Kelahiran WR Supratman di Omah Srotong Srawung Sitanjung Kelurahan Pangenjurutengah, Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Masyarakat Purworejo hari ini gegap gempita merayakan peringatan 120 tahun kelahiran Wage Rudolf Soepratman, komponis lagu kebangsaan Indonesia.

Lagu Indonesia Raya berkumandang di segala penjuru Purworejo, mulai dari pasar, jalan, instansi pemerintah hingga perkampungan. Hal ini juga didorong surat edaran Bupati Purworejo bernomor 033/3133/2023 tentang imbauan pemutaran lagu Indonesia Raya pada tanggal 19 Maret 2023.

Lagu Indonesia Raya juga berkumandang di Kampung Sitanjung Kelurahan Pangenjurutengah dalam kegiatan Peringatan 120 Tahun Kelahiran WR Soepratman di kampung Sitanjung yang diinisiasi oleh Yayasan Nuhantra Bakti Budaya dan warga kampung Pangenjurutengah. Dalam kesempatan tersebut, semua yang hadir  diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya versi tiga stanza.

Ratusan orang hadirin yang terdiri dari seniman, warga sekitar dan pelajar dari sejumlah sekolah di lingkungan kelurahan Pangenjurutengah ini pun turut hikmat menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza yang berdurasi sekitar 4,20 menit itu.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk memperingati 120 tahun kelahiran WR Soepratman yang lahir di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo pada tahun 1903 yang lalu,” kata Soekoso DM.

Sejarawan Soekoso DM menyampaikan bahwa WR Soepratman merupakan tokoh istimewa bagi masyarakat Purworejo dan juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan.

Dalam peringatan ini kata Soekoso, masyarakat diajak untuk mengenang jasa-jasa besar dari tokoh yang telah melahirkan lagu kebangsaan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia.

Selain itu, Soekoso DM juga menyatakan bahwa tanggal 9 Maret yang selama ini dijadikan sebagai Hari Musik nasional adalah salah. Hal ini dikarenakan kelahiran WR Soepratman pada tanggal 19 Maret yang seharusnya menjadi tanggal yang tepat untuk memperingati Hari Musik nasional.

“Kebenaran tentang tanggal dan tempat lahirnya WR Soepratman ini telah ditetapkan kebenarannya oleh Pengadilan Negeri Purworejo, Keputusan Pengadilan Negeri Purworejo Nomor 04/Pdt/Pi 2007/PN.Pwr,” kata Soekoso DM.

Soekoso menyebut, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013 tentang Hari Musik Nasional dinilai perlu dikoreksi dan direvisi. Pasalnya, dalam Keppres tersebut, penetapan Hari Musik Nasional didasarkan pada tanggal kelahiran pahlawan nasional Wage Rudolf (WR) Soepratman 9 Maret 1903.

Sementara berdasarkan Keputusan Pengadilan Negeri Purworejo Nomor 04/Pdt/Pi 2007/PN.Pwr diketahui bahwa WR Soepratman lahir pada hari Kamis Wage tanggal 19 Maret 1903.

“Kita berharap tanggal dan tempat kelahiran WR Soepratman bisa disosialisasikan ke masyarakat luas. Lebih dari itu semua penerbitan swasta maupun negara yang berkaitan dengan ini (tanggal dan tempat kelahiran WR Soepratman) bisa dibenarkan sesuai keputusan pengadilan,” kata Soekoso.

Peringatan 120 tahun kelahiran WR Soepratman ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia untuk menghargai jasa-jasa para tokoh bangsa.

Peringatan 120 tahun kelahiran WR Soepratman di Omah Srotong Srawung Sitanjung yang berlangsung sekitar satu  jam ini diawali dengan pengantar singkat sejarah kehidupan WR Supratman oleh Soekoso DM yang menceritakan kehidupan WR Supratman sejak lahir di desa Somongari kecamatan Kaligesing, kabupaten Purworejo hingga meninggal dunia dan dimakamkan di Surabaya.

Selanjutnya sejumlah seniman memainkan pentas mini teatrikal berjudul Balada Perjuangan Seorang Wage. Pentas ini memadukan unsur musik dari gitar yang dimainkan oleh Dimas Kasuga, perkusi oleh Evelyn Kalonica, dan biola oleh Khansa Gantari, serta aksi teatrikal Mahasin, Anisa NS dan Edi Dwiyantoro. Naskah Balada Perjuangan Seorang Wage ini merupakan adaptasi prosa liris dengan judul yang sama karya Soekoso DM.

Prosa liris ini telah diangkat menjadi salah satu Lampiran buku Lagu Kebangsaan Indonesia Raya – Sejarah, Simbol, Arti dan Makna Serta Penggunaannya terbitan Kementerian Sekeretariat Negara RI tahun 2014.

Peringatan yang diadakan di Omah Srotong Sitanjung, juga dimeriahkan dengan melukis sketsa WR Soepratman secara langsung oleh salah satu seniman lukis asal Jenar Kidul, Purwodadi Purworejo yakni Tanzil Putrantara.

“Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat Purworejo dan Indonesia,” kata Tanzil.

Ketua panitia sekaligus Ketua Yayasan Nuhantra Bakti Budaya Hantoro Wibowo mengatakan, kegiatan peringatan WR Soepratman merupakan salah satu rangkaian acara Kampung Sengkuyung Ramadhan 1444H di Omah Srotong Srawung Sitanjung. Selain Peringatan 120 Tahun Kelahiran WR Supratman, di hari yang sama juga diadakan pawai taaruf, bazar, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Kampung Sengkuyung Ramadhan nantinya akan digelar setiap hari selama bulan Ramadhan. Setiap hari mulai pukul 16.00 WIB akan ada berbagai kegiatan yang menarik yang juga akan ditayangkan secara live youtube via akun Purworejo24.

“Setiap hari nanti akan ada kegiatan masyarakat seperti Bazar, festival takjil, bincang Ramadhan, lomba-lomba hingga pelatihan-pelatih untuk peningkatan literasi masyarakat,” kata Hantoro

Sementara itu ketua pelaksana kegiatan, Widarto menambahkan, kegiatan ini juga untuk mengangkat ekonomi warga sekitar. Nantinya akan ada lapak takjil disekitar Omah Srotong Srawung Sitanjung tempat kegiatan berlangsung.

“UMKM sekitar kita libatkan agar rumah budaya ini bermanfaat bagi banyak orang,” kata Widarto (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.