Seni BudayaSosial

Lomba Membuat Selongsong Kupat di Omah Srotong, Warga Seren Jadi Juara

148
×

Lomba Membuat Selongsong Kupat di Omah Srotong, Warga Seren Jadi Juara

Sebarkan artikel ini
Lomba membuat ketupat yang diadakan oleh Yayasan Nuhantra Bakti Budaya di Omah Srotong Srawung Sitanjung
Lomba membuat ketupat yang diadakan oleh Yayasan Nuhantra Bakti Budaya di Omah Srotong Srawung Sitanjung

PURWOREJO, purworejo24.com – Untuk meramaikan bulan Ramadhan dan sekaligus melestarikan tradisi jawa, Yayasan Nuhantra Bakti Budaya mengadakan Lomba Membuat Selongsong Kupat di kampung Sitanjung, Kelurahan Pangenjurutengah, Purworejo. Tak hanya diikuti warga sekitar, warga dari luar jecamatan Purworejo pun mengikuti lomba ini pada Kamis (30/3/2023).

Lomba dengan menggunakan bahan daun kelapa muda atau janur ini antusias diikuti masyarakat. Kegiatan lomba yang diadakan di Omah Srotong Srawung Sitanjung dalam rangka Kampung Ramadhan 2023.

Ketua Yayasan Nuhantra Bakti Budaya, Hantoro Wibowo selaku penyelenggara kegiatan Kampung Sengkuyung Ramadhan 1444H mengungkapkan, lomba Membuat Selongsong Kupat ini merupakan salah satu dari sejumlah lomba yang diadakan untuk memeriahkan gelaran Kampung Sengkuyung Ramadhan yang diadakan selama bulan Ramadhan kali ini.

Selain Lomba Membuat Selongsong Kupat, ada juga Lomba Adzan, Lomba Menghias Oncor, Lomba Adzan, Membaca Puisi, Belasan peserta pun turut memeriahkan acara ini.

“Lomba ini juga diikuti oleh banyak peserta dari luar Kelurahan Pangenjurutengah. Mereka tertarik karena baru pertama kalinya di gelar di Purworejo,” kata Hantoro.

Dalam lomba ini, para peserta dinilai berdasarkan kecepatan dan kerapian dalam membuat selongsong kupat. Dalam babak penyisihan, peserta diadu kecepatan dalam menyelesaikan 5 selongsong kupat.

Meski persaingan di antara peserta cukup ketat, lomba berjalan dengan seru dan penuh semangat. Para peserta saling beradu kecepatan dan ketepatan dalam membuat selongsong kupat.

“Suasana semakin meriah dengan dukungan para penonton yang turut memeriahkan acara,” kata Hantoro.

Setelah melalui serangkaian penilaian, lomba akhirnya menghasilkan tiga orang juara. Mereka masing-masing mendapatkan tropi dan bingkisan sembako dari panitia.

Menurut Hantoro, Lomba membuat selongsong kupat ini juga untuk menjaga tradisi. Hal itu dikarenakan semakin sedikit masyarakat terutama para remaja yang tidak bisa membuat selongsong kupat.

“Dan terbukti, jumlah peserta dari kalangan anak muda sangat sedikit. Sebagian besar dari kalangan ibu-ibu bahkan mbah-mbah,” kata Hantoro.

Peserta dari anak muda juga semuanya berasal dari pedesaan yaitu daerah Banyuasin, kecamatan Loano, serta siswa dari MTs 2 Bener. Hantoro berharap lomba ini bisa memotivasi masyarakat untuk belajar dan melestarikan tradisi membuat kupat.

Sebagai pemenang dalam lomba ini adalah Muarifah asal Desa Seren, Kecamatan Gebang sebagai juara 1, diikuti Winarsih dari Pangenjurungah dan Mbah Kom sebagai juara 2 dan 3.

Muarifah (32) mengungkapkan kegembiraannya atas kesempatan mengikuti lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan semacam ini dapat mempererat tali silaturahmi antar warga. Ia pun berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

Kegiatan lomba membuat selongsong kupat ini juga mendapat apresiasi dari warga sekitar. Mereka menganggap kegiatan ini sebagai bentuk pelestarian budaya serta sarana untuk memupuk rasa kebersamaan antar warga. Diharapkan, melalui kegiatan semacam ini, dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antar warga Kelurahan Pangenjurutengah.

“Semoga kegiatan serupa dapat dilaksanakan di masa mendatang untuk mempererat tali persaudaraan di antara warga,” kata Haryadi.(P24/Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.