EkonomiPemerintahanSosial

BNI Bantu Pemulihan Ekonomi UMKM Pasca Pandemi dari Sektor Perbankan

27
×

BNI Bantu Pemulihan Ekonomi UMKM Pasca Pandemi dari Sektor Perbankan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan donor darah di Kantor BNI Purworejo
Kegiatan donor darah di Kantor BNI Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 membutuhkan dukungan dari sektor perbankan. Dukungan tersebut salah satunya dapat diimplementasikan melalui adanya program-program pendampingan pelaku UMKM serta memberikan kemudahan permodalan dengan suku bunga yang rendah.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Cabang BNI Purworejo, Fujiatmoko Mahendra, saat dikonfirmasi dalam pelaksanaan peringatan HUT ke-76 BNI di kantornya, Selasa 5 Juli 2022. Menyikapi kondisi saat ini, pihak pun berkomitmen untuk menjalankan program-program yang berpihak kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, di Kabupaten Purworejo.

“HUT ke-76 BNI tahun ini mengangkat tema BNI for Stronger Indonesia dengan slogan BNI melompat lebih tinggi. Nah, di Purworejo ini, tema itu akan kita implementasikan dalam bentuk menguatkan sinergitas untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi pascapandemi.

Kita akan melakukan lompatan-lompatan agar kondisi ekonomi daerah segera tumbuh sehingga turut mendukung perekonomian nasional,” katanya.

Disebutkan, dukungan terhadap pelaku UMKM sebetulnya telah dikaukan BNI jauh sebelum pandemi. Intensitas itu terus ditambah seiring memburuknya kondisi ekonomi akhir-akhir ini. Saat ini tercatat ada sekitar 800 UMKM di Purworejo yang menjadi binaan BNI.

Mulai dari usaha kecil kacang bawang yang akhirnya mampu dipasarkan ke supermarket hingga produksi gula kelapa yang saat ini telah menembus pasar ekspor.

“Bentuk pendampingan kita bergam dan menyesuaikan kondisi usahanya. Misalnya kita dukung pemasaran, link and match dengan perusahaan yang ada, hingga dukungan permodalan dengan suku bunga yang rendah,” jelasnya.

Menurut Fujiatmoko, kondisi ekonomi saat ini sudah mulai membaik. Hal itu terlihat dari terus bertambahnya jumlah nasabah.

“Jumlah nasabah kita di Purworejo saat ini ada 157.676 nasabah. Ada pertumbuhan cukup lumayan dibanding 2021, sekitar 5 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa HUT ke-76 BNI di Purworejo diperingati secara sederhana, tetapi tida mengabaikan makna dan tujuan. Beberapa kegiatan yang digelar lebih diarahkan untuk tujuan kemanusian dan penguatan sinergitas, seperti donor darah massal dan turnamen futsal.

Pada 2 kegiatan itu melibatkan, BNI melibatkan beberapa instansi terkait, TNI, dan Polri. Sementara untuk seremonialnya hanya ditandai dengan potong tumpeng secara serentak se-Indonesia yang digelar secara daring.

“Melalui donor darah dan futsal ini kita ingin menguatkan sinergitas sekaligus mengajak masyarakat untuk sehat sehingga dapat bangkit dari pandemi. Secara internal kami juga mengajak karyawan untuk berdonor, ini sebagai simbol untuk menguatkan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Sementara itu, staf pelayanan donor darah PMI Purworejo, Riyadi, menyebut stok darah di UDD PMI Purworejo saat ini tergolong masih aman. Data terakhir masih terdapat sekitar 97 kantong darah. Kendati demikian, stok darah ini harus benar-benar dikendalikan agar tidak terlalu banyak, tetapi juga tidak terlalu sedikit.

Menurutnya, adanya penyelenggaraan donor darah massal oleh instansi-instansi turut menjaga ketersediaan stok.

“Untuk pendonor pada kegiatan hari ini sekitar 50 orang,” sebutnya. (P24-bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.