GEBANG, purworejo24.com – Sekitar 10 rumah relokasi bencana tanah bergerak di Desa Wonotopo, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jawa Tengah, dalam waktu dekat ini akan segera mendapat aliran listrik. Sebelumnya, selama hampir satu tahun rumah relokasi yang telah ditempati tersebut belum teraliri listrik. Warga yang tinggal belum mampu memasang listrik secara mandiri lantaran terkendala biaya akibat pandemi covid-19.
Kondisi tersebut mengundang perhatian dari salah satu penggiat sosial bernama Harjanto atau yang biasa dipanggil Ki Lurah Offroad, warga Desa Kaliboto Kecamatan Bener, dengan menggalang dana dirinya berupa memberikan bantuan aliran listrik bagi rumah relokasi tersebut.
“Hari ini, kami bersama petugas PLN Purworejo dan pihak pemerintah Desa Wonotopo melakukan survei untuk assesment dan memperkirakan kebutuhan biaya untuk pemasangan listrik baru bagi 10 rumah relokasi,” ungkap Harjanto, saat ditemui dilokasi pada Kamis (23/12/2021).
Dikatakan, kejadian rumah relokasi tidak teraliri listrik seperti ini sudah pernah terjadi di tempat relokasi lain yakni di Desa Jelok , Kecamatan Kaligesing, namun berkat perhatian Harjanto, yang juga sebagai Ketua Dewan Pengawas Indonesia Off Road Federation (IOF) Pusat, rumah relokasi di Desa Jelok kini telah terpasangi listrik.
Karena memang anggaran relokasi tidak termasuk untuk listrik. Oleh karena itu pihaknya fokus untuk menggalang dana agar rumah relokasi akibat bencana di Purworejo dapat teraliri listrik.
“Budgeting-nya kan juga tidak ada, kita kan sebagai masyarakat yang peduli, kita berusaha mencarikan donasi, saya harap dalam waktu dekat rumah relokasi ini bisa teraliri listrik,” harapnya.
Disampaikan, untuk mewujudkan itu, pihaknya juga langsung menggandeng pihak PLN untuk menghitung berapa dana yang dibutuhkan untuk mengaliri listrik untuk rumah relokasi di Desa Wonotopo. Di area relokasi tersebut terdapat 10 rumah dan 10 keluarga. Dari keterangan PLN untuk mengaliri listrik di area rumah relokasi membutuhkan 2 tambahan tiang listrik.
“Nanti donasi langsung kita serahkan ke PLN dan langsung segera digarap untuk pemasangan listrik. Sebenarnya yang direlokasi ada 15 KK tapi yang mau pindah ke tanah relokasi Pemda hanya 10, dan sisanya menempati tanah milik pribadi,” katanya.
Dari pertama relokasi, lanjutnya, sampai sekarang sudah hampir satu tahun daerah rumah relokasi desa Wonotopo belum teraliri listrik.
“Donasi sudah terkumpul tinggal nanti eksekusi pemasangan,” sebutnya.
Salah satu warga penghuni rumah relokasi, Febri Listiana, menjelaskan, dirinya mulai pindah dan tinggal di rumah relokasi itu sejak sebelum lebaran tahun 2021 lalu, dimana rumah tempat tinggalnya terkena bencana tanah bergerak dan memaksa dirinya bersama keluarga untuk pindah dari rumah sebelumnya.
“Dulu saya tinggal di RT 6 sekarang pindah di rumah relokasi yang berada di RT 1 RW 6. Dulu juga hanya diberikan bantuan senilai 25 juta untuk dibangun rumah di lokasi relokasi ini dan memang sampai sekarang belum ada penerangan karena belum ada biaya untuk memasang sendiri, saya berharap bantuan aliran listrik ini bisa segera terwujud,” harapnya.
Sementara itu, Kades Wonotopo, Amat Kozaki, menyampaikan terima kasih atas bantuan aliran listrik yang akan diberikan untuk warganya. Dijelaskan bencana yang menyebabkan rumah para warga direlokasi itu terjadi pada tahun 2018.
“Dulu pada tahun 2018 awalnya tanah itu retak, kemudian ditangani dinas dan hasilnya disiapkan tanah untuk relokasi. Tanah relokasi ini tadinya milik warga tapi sudah dibeli oleh Pemda,” jelasnya.
Dari adanya pengalaman tanah bergerak itu, lanjutnya, para warga sekarang lebih berhati-hati untuk mengantisipasi kebencanaan di desanya.
“Kalau hujan lebih dari dua jam pokoknya warga harus mulai waspada dan harus mengungsi, karena dulu waktu ada bencana itu kita memang belum tahu harus bagaimana, sekarang juga masih ada daerah yang rawan dan berpotensi bencana disini,” terangnya.(P24/Wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








