Usung Korean Style, Brand Li Scraft Purworejo Tampil di Jogja Fashion Week 2021

oleh -
Desainer sekaligus CEO Li Scraft, Hj Ashfa Khoirunnisa bersama para model.
Desainer sekaligus CEO Li Scraft, Hj Ashfa Khoirunnisa bersama para model.

YOGYAKARTA, purworejo 24.com – Brand ternama asal Purworejo Li Scraft menampilkan desain Korean Style dengan icon Hangeul Korea dalam gelaran Jogja Fashion Week (JFW) 2021. JFW 2021 mengusung tajuk The New Beginning ini sasarannya untuk mendorong industri kreatif, khususnya fashion agar dapat bangkit berkarya dan menciptakan produk- produk berkualitas serta mampu berdaya saing di tengah pandemi.

<

Desainer sekaligus CEO Li Scraft, Hj Ashfa Khoirunnisa M.Si., menjelaskan selama ini Li Scraft sebagai brand fashion para profesional muslimah muda, identik dengan news paper terutama font Arabic sebagai motif untuk koleksi-koleksi fashionnya. Berbeda dengan sebelumnya kali ini pihaknya mengusung tema Hangeul Korea (Font Korea) yang jelas berbeda dalam gelaran JFW 2021, untuk mengenalkan lebih jauh tentang Li Scraft sebagai brand yang kekinian dan mengikuti trand 2021.

“Kali ini Li Scraft mengusung Korean Style dengan salah satu icon yang digunakan yaitu dengan Hangeul Korea, baik untuk Scraft/Jilbab maupun gaun yang ada. Hal tersebut untuk mempresentasikan para profesional muslimah muda terlihat casual, dinamis, namun tetap terlihat elegan dan ekslusif disetiap suasana,” katanya kepada purworejo24.com pada Sabtu (27/11/2021)

Ajang fashion bergengsi nasional Jogja Fashion Week (JFW) digelar pada 25 27 November 2021 di Jogja Nasional Museum (JNM). Tahun ini JFW bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, JNM Block Yogyakarta, Grebeg UMKM dan Bank Indonesia untuk membangkitkan ekonomi UMKM khususnya.

Lebih jauh Hj Ashfa Khoirunnisa menyebut, beberapa koleksi Li Scraft dengan Korean Style-nya dipadupadankan dengan Body Harness, belt pengaman yang bermula dipasang pada tubuh mekanik, hingga kemudian masuk ke dunia fashion. Inspirasi fashion style ini akan menambah kesan trendy, stylish dan memberikan kenyamanan bagi para profesional muslimah muda, namun tetap terlihat feminim.

Body Harness juga sebagai bagian untuk memberikan sentuhan fashion forward, dimana hal ini merupakan sebagai bagian penyampaian yang sering menjadi keginginan para profesional muslimah muda untuk melengkapi style yang ditampilkan,” katanya

Untuk pemasaran produknya Hj Ashfa Khoirunnisa mengungkapkan sejauh ini strategi bisnis yang dipakai adalah memanfaatkan platform digital, bahkan hampir sebagian besar transaksi dilakukan digital mulai dari Instagram, website dan berbagai market place. Hal tersebut menjadi keuntungan disaat pandemi sepert ini bahkan untuk penjualan produknya cenderung meningkat saat pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah Li Scraft bener-bener naik ketika pandemi, saat semua orang berada dirumah terus marketing melalui media sosial itu sangat efektif bahkan penjualannya mencapai ribuan pcs,” katanya.

Sementara itu Phillip Iswardono sebagai penyelenggara menambahkan  Pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri berdampak sangat besar terhadap semua bidang kehidupan. Dari kebiasaan baru yang harus kita lakukan, pembatasan-pembatasan dalam berkegiatan, hingga terpuruknya sektor ekonomi yang berdampak kepada pemutusan hubungan kerja dan tutupnya berbagai usaha. Hal ini juga berlaku dengan Industri kreatif, khususnya industri fashion.

The New Beginning menjadi tema yang diangkat sesuai dengan kondisi yang sedang terjadi sekarang, sehingga diharapkan akan dapat memacu pemulihan ekonomi dengan membangkitkan semangat pelaku industri kreatif dan UMKM. Dalam penyelenggaraan ke -15 ini Jogja Fashion Week 2021 di dukung oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Jogja dan Bank Indonesia Yogyakarta,” tandasnya. (P24-bayu)