PemerintahanPendidikanSeni Budaya

Hilangkan Kesan Angker dan Mistis, Museum Tosan Aji Jadi Media Pengenalan Budaya Sejak Dini

194
×

Hilangkan Kesan Angker dan Mistis, Museum Tosan Aji Jadi Media Pengenalan Budaya Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Puluhan guru PAUD perwakilan Himpaudi, IGTK, dan IGRA se-Kabupaten Purworejo berkunjung ke Museum Tosan Aji
Puluhan guru PAUD perwakilan Himpaudi, IGTK, dan IGRA se-Kabupaten Purworejo berkunjung ke Museum Tosan Aji

PURWOREJO, Purworejo24.com – Museum Tosan Aji Purworejo menjadi salah satu museum dengan koleksi tosan aji (benda/senjata pusaka) terlengkap di Indonesia sehingga sangat efektif dan relevan menjadi sarana pendidikan atau sumber pembelajaran. Keberadaannya dapat menjadi media pengenalan budaya bagi Anak Usia Dini (AUD).

Hal itu mengemuka dalam acara Sosialisasi Museum bertajuk “Museum Sebagai Media Pengenalan Budaya Sejak Usia Dini” yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Kamis (24/06/2021). Sosialisasi berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo diikuti puluhan guru PAUD perwakilan Himpaudi, IGTK, dan IGRA se-Kabupaten Purworejo.

Dalam sosialisasi itu, para peserta mendapat berbagai materi dari 3 orang narasumber, yakni Dwi Handayani, S.E., M.M., (Kabid PAUD, PNF, dan PI Dindikpora Purworejo), Soekoso DM (Pemerhati Sejarah dan Fenomena Sosial Budaya), dan Pipit Ahe (Praktisi Edukasi PAUD). Peserta juga diajak mengunjungi museum yang berada di kawasan pendopo untuk mengenal lebih dekat berbagai koleksi tosan aji.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Alun-alun Purworejo selaku Panitia Penyelenggara, Agus Prediat, menyebut sosialisasi digelar untuk memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya siswa-siswa AUD tentang keberadaan Museum Tosan Aji sebagai pengenalan budaya. Pasca sosialisasi diharapkan para guru dapat menumbuhkan minat peserta didiknya untuk berkunjung ke museum.

“Besar harapan kami, Museum Tosan Aji untuk kedepannya bisa lebih dikenal masyarakat luas tidak hanya warga purworejo, tetapi sampai luar kota atau bahkan luar provinsi dan dijadikan referensi wisata tidak hanya rekreasi, tetapi juga edukasi,” sebutnya.

Dijelaskan, sosialiasasi kali ini menjadi salah satu program kegiatan DAK Non Fisik Bantuan Operasional (BOP) Permuseuman TA 2021 dari Kemendikbud. Secara umum, bantuan akan direalisasikan dalam 3 kegiatan, yakni Kajian Koleksi, Seminar, dan Lomba-lomba.

“Kegiatan seperti ini setahun sekali. Tahun lalu kita menyasar komunitas, Kami lihat antusias peserta sangat tinggi. Terbukti dari 3 sesi tanya jawab, mereka sangat aktif,” imbuhnya.

Kepala Dinparbud Purworejo, Agung Wibowo AP, saat membuka acara mengungkapkan bahwa Museum Tosan Aji Purworejo memiliki sekitar 1.152 koleksi keris dan benda pusaka lainnya yang berasal dari berbagai zaman sehingga menjadi salah satu museum tosan aji terlengkap di Indonesia. Selama ini pihaknya telah berupaya menghilangkan kesan-kesan negatif seputar museum, seperti angker atau mistis, dengan merenovasi interior bangunan.

“Museum kita tidak ada seperti itu (kesan angker). Makanya jangan heran kalau pengunjung museum kita di luar ekspektasi. Museum yang berisi benda-benda pusaka yang biasanya berhubungan dengan orang dewasa, ternyata pengunjungnya didominasi oleh anak-anak,” ungkapnya.

Museum Tosan Aji, sambungnya, memiliki berbagai kegiatan yang dapat dikolaborasikan dengan aktivitas pendidikan. Karena itu, para guru PAUD diharapkan dapat memanfaatkan keberadaannya.

“Di museum ini dapat kita kenalkan sejarah kebudayaan yang kita miliki. Ada juga ruang activity yang bisa menarik minat anak didik kita semuanya,” tandasnya.(P24/Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.