PemerintahanSosial

Datangkan Pak Babhin, Desa Krandegan Fasilitasi Anak Sunat Massal Gratis

510
×

Datangkan Pak Babhin, Desa Krandegan Fasilitasi Anak Sunat Massal Gratis

Sebarkan artikel ini
Anak-anak peserta kitan massal berfoto bersama pak Babhin dan istri.
Anak-anak peserta kitan massal berfoto bersama pak Babhin dan istri.

BAYAN, purworejo24.com – Sebagai salah satu upaya membantu masyarakat terdampak pandemi, Pemerintah Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Purworejo Jawa Tengah memfasilitasi sunat massal anak-anak desanya. Sunat massal kali ini pun mempunyai beberapa keistimewaan dibanding sunat massal di tempat lain.

Pada kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Purworejo, AKP Prayogo Setya Budi, Camat Bayan Muharjono, Bripka Herman Hadi Basuki atau yang dikenal dengan nama Pak Bhabin beserta istri serta Forkompimcam lainnya. Khitanan massal ini sebagai bagian dari kegiatan Desa Siaga Candi, program yang dirilis Polri agar desa menjadi siaga menghadapi dampak pandemi Covid-19 ini. Salah satu kesitemwaan sunnat masal kali iniadalah pengunaan metode sunat yang tergolong baru.

“Menggunakan metode baru yaitu dengan metode New Konvensional, Metodenya sunat tidak sakit, tidak mengeluarkan darah dan tidak

Kapolsek Bayan memberikan bingkisan ke warga desa Krandegan
Kapolsek Bayan memberikan bingkisan ke warga desa Krandegan

usah kontrol langsung bisa lewar WA,” kata Kepala Desa Krandegan, Dwinanto kepada purworejo24.com pada Minggu (26/07/2020).

Dwinanto menambahkan berdasarkan data dari Asosiasi Dokter Khitan Seluruh Indonesia (ASDOKI), jumlah anak yang melakukan khitan di masa pandemi ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Ia menduga penurunan tersebut akibat penurunan pendapatan atau karena larangan menggelar hajatan.

Pihak panitia juga sengaja mendatangkan “Polisi Viral” Bripka Herman Hadi Basuki atau Pak Bhabin sehingga semakin menarik minat anak-anak supaya mau khitan. Kegiatan yang diadakan di Kantor Desa Krandegan tersebut diikuti peserta sunat yang rata-rata berusia 9-10 tahun.

“Peserta ada 13 orang anak, untuk menarik minat anak-anak tersebut Pak Babhin sengaja kita datangkan,” katanya.

Kitan dengan metode baru dilakukan di dalam mobil yang dapat berpindah sesuai dengan lokasi peserta.
Kitan dengan metode baru dilakukan di dalam mobil yang dapat berpindah sesuai dengan lokasi peserta.

Tidak hanya melakukan sunat gratis desa krandegan juga memberikan bantuan paket sembako kepada warganya yang terdampak Covid-19. Total ada 75 paket sembako yang diberikan kwpada masyarakat. Sementara itu, dr Arif Budi Santosa yang melayani khitan gratis ini mengatakan jika pihaknya mengadakan layanan Go Sunat terinspirasi dari Gojek.

“Jadi kami akan mendatangi anak yang akan disunat. Sunat sekarang simpel bisa di dalam mobil, sambil piknik juga bisa,” kata Arif. (P24-Bayu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.