EkonomiKesehatanReligi

Hari Raya, Pemuda Somongari Berbagi Sembako

388
×

Hari Raya, Pemuda Somongari Berbagi Sembako

Sebarkan artikel ini
Sekelompok pemuda asal Somongari menyerahkan bantuan paket sembako. (24/5/2020)
Sekelompok pemuda asal Somongari menyerahkan bantuan paket sembako. (24/5/2020)

KALIGESING, purworejo24.com – Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun ini dirasakan berbeda hampir di seluruh dunia karena berada ditengah pandemi covid-19. Sebagai bentuk solidaritas untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19, pemuda Desa Sumongari Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah menggelar aksi sosial kepada masyarakat di desanya.

Hari raya biasanya dimanfaatkan masyarakat di Indonesia untuk silahturahmi dan berkumpul bersama kelaurga. Namun beda halnya dengan belasan pemuda Somongari yang justru memanfatkan waktu libur hari pertama lebaran, Minggu (24/5/2020) dengan kegiatan mengantar dari rumah ke rumah paket bantuan ke 100 warga di Desa Somongari.

“Ini adalah Ngrogoh Rasa Kamanungsan jilid 2, tugas kami kali ini adalah memastikan tidak ada saudara kita yang menahan lapar di hari raya ini,” ungkap Koordinator Aksi, Eko Budi Santoso.

Bantuan sembako juga diberikan kepada sejumlah lansia yang ada di Somongari
Bantuan sembako juga diberikan kepada sejumlah lansia yang ada di Somongari

Aksi mereka ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya mereka melakukan aksi berbagi sembako kepada 110 keluarga tidak mampu dan yatim piatu pada 17 Mei 2020 lalu. Aksi ini di lakukan sebagai bentuk keprihatinan mereka setelah mengamati carut marutnya sistem pendistribusian bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran. Kelompok muda-mudi Desa Somongari, tersebut kemudian berinisiatif untuk mengadakan penggalangan dana secara mandiri guna membantu masyarakat yang terdampak wabah virus Corona.

Eko Budi Santoso menyatakan satu hal yang betul-betul mengusik rasa kemanusiaan dan mendasari aksi solidaritas ini adalah adanya fakta di lapangan bahwa ada salah satu warga desa yang tinggal sebatang kara, tidak mampu membeli makan selama beberapa hari akibat tidak bekerja selama adanya pandemi ini, sehingga beliau tidak memiliki uang.

“Kami sangat prihatin setelah mengetahui ada tetangga kami yang sakit, setelah diperiksa oleh petugas medis ternyata dia ini kelaparan akibat selama ada virus ini  dia tidak kerja sehingga tidak bisa makan. Sehingga saya dan rekan-rekan relawan berinisiatif untuk menggalang dana.” jelas Eko.

Menurut Eko, sedikitnya kuota bantuan dari pemerintah sangat kontras dengan banyaknya jumlah warga yang terdampak.

“Tidak mungkin kita tunggu uluran tangan pemerintah, sedangkan dampak itu kan tidak bisa nunggu. Ya kita saling bantu, gotong royonglah.” ujarnya.

Penggalangan dana ini dilakukan secara mandiri dengan konsep “dari kita, oleh kita, untuk kita”. Menggandeng Paguyuban Keluarga Somongari (PAKES) yang tersebar di seluruh Indonesia dan warga setempat, Eko dan kawan-kawan menggalang donasi untuk nantinya diberikan bantuan dalam wujud sembako.

Diungkapkan, dana yang berhasil dihimpun dari para donatur sampai dengan hari ini telah terkumpul dengan jumlah Rp. 25.403.270 dan hari ini disalurkan kepada 100 keluarga.

“Dalam masa pandemi covid-19 ini pemerintah pusat hingga daerah gencar memberikan bantuan seperti PKH, BPNT, BANSOS, JPS dan lain lain, namun pada prakteknya tetap masih terdapat warga pra sejahtera yang tidak tersentuh bantuan sama sekali,” jelasnya.

Karena sebagian lokasi penerima bantuan yang terpencil, bantuan diantar dengan menggunakan sepeda motor.
Karena sebagian lokasi penerima bantuan yang terpencil, bantuan diantar dengan menggunakan sepeda motor.

Wahyudi tokoh perantau dari desa Somongari yang terhimpun dalam PAKES (Paguyuban Keluarga Somongari) menyampaikan dukungannya terhadap aksi yang dilakukan oleh anak muda Somongari.

“Tanggapan kami atas nama Pakes Nusantara sangat mendukung dan ingin partisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan kemajuan, pemberdayaan dan bakti sosial yang di galang anak-anak muda Somongari. Bakti sosial peduli covid-19 ini sangat positif, dan dengan ini pula kita semua tau bahwa masih banyak keluarga di somongari ini yang perlu perhatian kita semua,” katanya.

Disampaikan, dengan melihat kondisi masyarakat seperti pada aksi baksos pertama, mereka melihat betapa prihatinnya melihat kenyataan ini dan mereka terus berfikir ke depan bagaimana untuk tindakan selanjutnya.

“Smoga kita semua dapat bekerja sama bahu membahu, antara desa, anak-anak muda, kita yang di perantauan untuk selalu bersinergi mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa Somongari yang kita cintai ini,” ujarnya.(P24-Drt/Nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.