Banyuurip, purworejo24.com – Ingin mengangkat potensi batik lokal, serta aneka makanan khas Purworejo, sebuah keluarga di Purworejo, Jawa Tengah membuat usaha bersama dengan nama Ndalem Trajumas. Ndalem Trajumas ini nantinya tidak hanya sebagai showroom batik asli Purworejo, juga akan menyediakan oleh-oleh khas Purworejo dengan kelas premium.
Hal ini terungkap dalam Launching Pusat Oleh-oleh Ndalem Trajumas yang digelar di Jalan Arahiwang nomor 5 Kelurahan Kledung Karangdalem, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, Sabtu (7/12/2019).

Direktur Ndalem, Trajumas Setiyawan mengungkapkan pihaknya dalam mengembangkan usahanya ini akan menggandeng beberapa pengrajin batik lokal Purworejo. Dangan hal ini ia akan berusaha mengangkat industri kelas menengah kebawah serta ekonomi masyarakat.
“Kita akan bekerjasama dengan beberapa industri batik khususnya di Purworejo, hal ini kita lakukan untuk mengangkat batik khas Purworejo yang tidak kalah bagusnya dengan batik dari daerah-daerah lain, dan hal ini kita sudah bekerja sama dengan beberapa pengrajin batik lokal,” ucapnya kepada purworejo24.com saat di temui usai acara pada (07/12/2019).
Pihaknya menambahkan Pusat Oleh-oleh Ndalem Trajumas ini selain akan memasarkan produk batik, serta olahan dari batik itu sendiri. Tidak hanya itu Ndalem Trajumas juga akan menjual makanan khas Purworejo dengan berbagai inovasi.
“Jadi sementara ini kita fokuskan ke batik dan turunannya, ada tas, ada dompet, ke depan akan kita produksi sepatu, ikat pinggang dan semacamnya. Jadi semua produk batik kita manfaatkan, kita juga akan berinovasi dengan makanan khas Purworejo yang premium sehingga tidak menganggu pasar yang sudah ada,” ucapnya.
Setiyawan menambahkan dalam bisnis Oleh-oleh milik keluarganya ini ia akan memprioritaskan hasil karya dari warga Purworejo. Dengan hal itu ia berharap batik khas purworejo akan mampu berkembang dan bersaing dengan batik-batik lain.
“Kita akan membangkitkan kembali batik asli Purworejo kalau motifnya bisa berasal dari mana saja tapi semuanya harus diutamakan dari pengrajin Purworejo,” katanya.
Ndalem Trajumas setidaknya sudah menggandeng 6 pengrajin yang ada di Purworejo salah satunya adalah Perkumpulan Disabilitas Intelektual Restu Ibu (Perdiri). Pengrajin yang mayoritas adalah disabel intelektual ini mampu menciptakan batik Ciprat yang sangat bagus dan menarik dan menjadi salah satu ciri khas batik Purworejo.
Darminah salah satu pembimbing Perdiri mengungkapkan bahwa orang-orang dengan disabilitas yang menjadi asuhannya adalah orang-orang yang direhabilitasi dari Temanggung.
“Pada awalnya anak difabel yang kami kelola adalah binaan yang direhabilitasi dari Temanggung, kemudian keterampilan yang disana kami kembangkan di Purworejo,” ucapnya.
Dalam kesempatan Launching tersebut untuk mempromosikan batik Purworejo diadakan Fashion Show dengan menggunakan batik khas Purworejo. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Sukmo Widi, Kodim 0708 Muclish Gasim dan Forkopimda Purworejo. (P24/Byu)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








