Gelar Milad ke 107, Muhammadiyah Berkomitmen Terus Mencerdaskan Kehidupan Bangsa
Sebarkan artikel ini
Upacara peringatan Milad 107 Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah Kutoarjo (18/11/2019)
PURWOREJO, purworejo24.com – Dalam rangka Milad ke 107 tahun Muhammadiyah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Purworejo menggelar upacara Milad serentak diseluruh PCM dan sekolah. Salah satu sekolah yang menggelar upacara Milad itu adalah SMA Muhammadiyah Kutoarjo.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kutoarjo, H. Moh. Mansur saat membacakan pidato Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam upacara Milad pada Senin (18/11/2019) pagi, menyampaikan bahwasanya Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam sekaligus kekuatan nasional sejak awal berdirinya pada tahun 1912 sampai kini telah berjuang dalam pergerakan kemerdekaan dan melalui para tokohnya terlibat aktif mendirikan Negara Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.
“Para pendiri Republik ini sungguh bijaksana karena mereka telah merumuskan salah satu tugas utama Pemerintahan Indonesia ialah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata cerdas artinya sempurna perkembangan akal budinya untuk berpikir, mengerti, dan tajam pikiran; serta sempurna pertumbuhan tubuhnya menjadi sehat dan kuat. Kata mencerdaskan ialah menjadikan cerdas; mengusahakan dan sebagainya supaya sempurna akal budinya. Dengan itu, maka diambillah tema Mencerdaskan Kehidupan Bangsa,” ungkap H. Moh. Mansur.
Sambutan Ketua Muhammadiyah Purworejo
Lanjutnya, Muhammadiyah sepanjang gerakannya memiliki komitmen dan tanggungjawab tinggi untuk memajukan kehidupan bangsa dan negara sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Para tokoh Muhammadiyah seperti K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Mas Mansyur, Ki Bagus Hadikusumo, Kahar Muzakkir, Kasman Singodimedjo, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Ir. Djuanda, dan pemimpin-pemimpin lainnya, telah turut-serta dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjadi bagian penting yang berperan-aktif dalam meletakkan fondasi Negara Republik Indonesia.
“Kiprah Muhammadiyah tersebut melekat dengan nilai dan pandangan Islam yang berkemajuan. Pendiri Muhammadiyah sejak awal pergerakannya senantiasa berorientasi pada sikap dan gagasan yang berkemajuan. Sebab, Muhammadiyah sungguh-sungguh percaya bahwa Islam merupakan agama yang mengandung nilai-nilai kemajuan. Islam adalah agama kemajuan (din al-hadlarah) yang diturunkan untuk mewujudkan kehidupan umat manusia yang tercerahkan dan membawa rahmat bagi semesta alam,” lanjutnya.
Dalam menyemarakkan rangkaian Milad 107 kali ini, digelar upacara bersama antara pimpinan Muhammadiyah, Aisyiyah, Angkatan Muda, Amal Usaha Pendidikan dan Kesehatan beserta siswa-siswinya. Selain upacara bersama ini, diselenggarakan juga pada masing-masing lembaga agenda internal seperti kompetisi, giat amal usaha dan agenda pendukung lainnya.
Muhammadiyah benar-benar inklusif, profesional, dan berbuat untuk bangsa dalam dunia nyata, bukan dalam kata-kata dan politik retorika. Peran Muhammadiyah dalam bidang pendidikan, selain kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat berlangsung meluas dan menjadi kekuatan strategis bangsa.
Namun kehadiran Muhammadiyah kadang tidak populer dan menggema karena etos gerakannyan sedikit bicara, banyak bekerja. Pengorbanan, kerja keras, dan kiprah nyata Muhammadiyah sangatlah besar dalam mencerdaskan dan memajukan bangsa di seluruh persada negeri hingga ke daerah terdepan, terjauh, dan tertinggal sehingga betul-betul berskala nasional secara luas.
Upacara peringatan Milad 107 Muhammadiyah di SMA Muhammadiyah Kutoarjo (18/11/2019)
Moh. Mansur juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan dan dukungan seluruh komponen yang ada dalam agenda kali ini. Menurutnya, bagi masa depan Indonesia, Muhammadiyah menjadi kekuatan strategis. Ketika Indonesia harus memfokuskan diri pada pembangunan sumberdaya manusia guna memasuki era revolusi industri 4.0 yang penuh tantangan dan kompetisi, maka keberadaan dan peran Muhammadiyah dengan lembaga pendidikannya yang besar dan berkualitas sangatlah niscaya dan menentukan.
“Kehadiran Muhammadiyah bukan karena jumlah massa tetapi karena kualitas dan modal strategis untuk kemajuan bangsa di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Muhammadiyah baik dalam pemikiran maupun dalam dunia nyata telah membuktikan dan terus bergerak secara luas dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa hingga usia ke-107 tahun yang sangat diperlukan bagi kepentingan masa depan menuju Indonesia Berkemajuan”, jelas H. Moh. Mansur.
Selain upacara serentak yang digelar di setiap Pimpinan Cabang Muhammadiyah seluruh kecamatan. Juga akan digelar resepsi Milad 107 tingkat daerah yang ditempatkan di Aula SD Muhammadiyah Kutoarjo yang diikuti oleh seluruh perwakilan Muhammadiyah Kabupaten Purworejo dengan penyelenggaranya dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo.(P24-Drt)