Lestarikan Karawitan, DKP Kembali Gelar Festival Karawitan Bocah

oleh -
Festival Karawitan Bocah 2. (27/10/2019)
Festival Karawitan Bocah 2. (27/10/2019)

PURWODADI, purworejo24.com – Belasan Grup Karawitan tingkat SD, SLTP dan SLTA se-Kabupaten Purworejo, mengikuti Festival Karawitan Bocah ke 2 Kabupaten Purworejo.

<

Festival bertajuk Sora Swara Gangsa yang digelar oleh Dewan Kesenian Purworejo (DKP) itu, dilaksanakan di pendopo eks Kawedanan Purwodadi, pada Minggu (27/10/2019). Festival Karawitan Bocah ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2017 lalu. Dari 12 grup karawitan yang ikut, 6 diantaranya berasal dari grup karawitan SD, 3 grup karawitan SMP dan 3 grup karawitan dari SMA dan SMK.

Ketua DKP menyerahkan hadiah untuk pemenang. Festival Karawitan Bocah.
Ketua DKP, Angko Setyarso Widodo, menyerahkan hadiah untuk Juara Festival Karawitan Bocah.

Dua belas grup karawitan saling adu kepiawaian dalam menabuh gamelan, dengan membawakan dua gending serta lagu wajib dan lagu pilihan yang telah ditentukan oleh panitia. Tampak ratusan penonton serta penikmat karawitan secara antusias memadati komplek pendopo untuk menonton festival karawitan itu.

“Festival ini kami laksanakan untuk menumbuhkan kecintaan kepada seni karawitan dan terus melestarikan budaya di kalangan pelajar Purworejo,” kata Ketua Panitia Kegiatan, Yasid kepada purworejo24.com, usai kegiatan.

Menurutnya, seni karawitan yang merupakan seni asli milik Indonesia itu, sangat perlu dilestarikan, agar tak hilang tergerus oleh kondisi zaman. Oleh karena itu, festival karawitan itu digelar juga sebagai salah satu langkah untuk mempertahankan kesenian karawitan.

“Masyarakat internasional saja memiliki minat yang tinggi akan kesenian karawitan Indonesia, maka kita juga harus lebih mencintai budaya yang kita miliki, agar tak hilang dan pindah ke negara lain,” ujarnya.

Dikatakan, perkembangan seni karawitan di Purworejo masih berkembang secara baik, hampir di setiap desa dan sekolah sekolah, masih banyak terdapat seni karawitan. Namun demikian, agar tak hilang, seni karawitan sangat perlu di kenalkan dan diajarkan kepada anak sejak dini, agar seni karawitan tetap lestari.

“Kegiatan ini merupakan salah satu event dari 8 event yang telah diprogramkan oleh DKP, dengan harapan seni karawitan bisa tetap hidup dan lestari bahkan bisa berkembang lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Purworejo, Angko Setyarso Widodo, mengatakan, selain untuk melestarikan seni karawitan di Purworejo, festival karawitan bocah ke 2 itu sengaja di gelar di pendopo eks Kawedanan Purwodadi juga untuk menjaga serta serta mengisi lokasi pendopo dengan hal hal yang positif.

“Ya perlu penjaga dan melestarikan Seni Budaya Bangsa juga bangunan eks Kawedanan ini, agar pendopo dan lingkungan bisa di manfaatkan untuk kepentingan yang strategis, baik untuk kegiatan pemerintahan, kesenian, wisata dan lain lain,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, panitia telah berhasil menentukan pemenang bagi grup karawitan yang mengikuti festival. Untuk kategori SD, grup karawitan asal SD Rejosari Kecamatan Grabag, berhasil keluar sebagai Grup Karawitan Terbaik dan berhak memboyong tropi juara 1, lalu SD Kroyo Lor, berhasil meraih juara 2 dan SD Kliwonan menjadi juara 3.

Untuk kategori SMP, juara 1 diraih oleh SMP Negeri 19, juara 2 diraih SMP Negeri 4 dan juara 3 diraih oleh SMP Negeri 18. Adapun kategori SLTA, juara 1 di raih oleh SMA Negeri 1, juara 2 diraih okeh SMA Negeri 7 dan juara ke 3 diraih oleh SMK Negeri 3 Purworejo.

Tak hanya kejuaraan grup, panitia juga menentukan pengendang terbaik yaitu kategori SD diraih oleh SD Rejosari, kategori SMP oleh SMP Negeri 19 dan kategori SMA oleh SMA Negeri 1. Dan penggerong terbaik, kategori SD diraih oleh SD Kroyo Lor, kategori SMP diraih oleh SMP Negeri 19 dan kategori SLTA oleh SMA Negeri 1.(P24-Drt)