PendidikanSeni Budaya

Dewan Kesenian Purworejo Adakan Workshop Penulisan Karya Sastra

179
×

Dewan Kesenian Purworejo Adakan Workshop Penulisan Karya Sastra

Sebarkan artikel ini
Dewan Kesenian Purworejo Adakan Workshop Penulisan Karya Sastra Se-Kabupaten Purworejo
Dewan Kesenian Purworejo Adakan Workshop Penulisan Karya Sastra Se-Kabupaten Purworejo

PURWOREJO, purworejo24.com – Dewan Kesenian Purworejo bekerja sama dengan STAINU Purworejo, Jawa Tengah mengadakan workshop penulisan karya sastra bagi guru bahasa dan seni serta peminat sastra se-Kabupaten Purworejo. Sebagai pemateri dalam workshop ini adalah dua praktisi seni yakni Sumanang Tirta Sujana dan Bondan Nusantara.

Acara workshop sastra ini diadakan Sabtu (26/10/2019), di Auditorium STAINU, Purworejo.  Soiman, ketua penyelenggara menjelaskan acara yang diikuti 60-an peserta, dari guru seni SMA/SMK, SMP dan SD serta para pelaku seni tersebut bertujuan agar peserta bisa menulis ide dan gagasannya menjadi sebuah lakon pertunjukan.

“Acara ini kita adakan agar para guru dan pelaku seni mampu menciptakan naskah, karena selama ini para guru hanya mempraktikkan naskah orang lain,” katanya kepada Purworejo24.com saat ditemui di sela-sela acara.

Sumanang Tirta Sujana, salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa seni dapat memberikan manfaat yang sangat positif bagi anak didik di lembaga sekolah serta seni bisa dijadikan alat untuk membentuk kepribadian siswa.

“Teater sekolah sangat bisa memberi nilai lebih terhadap tingkat apresiasi sastra. Teater sekolah sebagai bagian pendidikan ekstra , memiliki peluang yang lebih besar dalam mewariskan pengetahuan seni budaya. Karena melalui sajian-sajian garapan pertunjukannya, diharapkan bisa memberikan sumbangan pembentukan moral siswa,” ucapnya.

Workshop Penulisan Karya Sastra. (26/10/2019)
Workshop Penulisan Karya Sastra. (26/10/2019)

Belajar teater, menurut Sumanang akan membantu siswa mencapai kecakapan individu, yang mencakup ketekunan, kepandaian berekspresi, daya imajinasi serta inovasi kreatif.

“Siswa akan belajar itu semua melalui naskah, baik penokohan dan pesan-pesan yang terkandung di dalam naskah. Lewat study teater yang didalamnya bersimultan tentang ilmu sastra, siswa dapat melakukan rekreasi pikiran yang mengasyikkan. Sehat segar dan menyenangkan melalui peran peran yang dilakoninya,” ungkap Sumanang.

Sementara itu Bondan Nusantara salah satu narasumber dari Yogyakarta yang juga sebagai praktisi seni menjelaskan bagaimana cara menggali ide dan menuliskannya menjadi naskah pertunjukan.

“Di dalam dunia modern ini, hampir setiap hari sadar atau tidak kita telah disuguhi berbagai pertunjukan seni dengan segala genrenya. Aktifitas tersebut akan menggugah hidup berinspiratif positif. Akan tergugah batin dan pikirannya untuk bersikap kritis. Tanggap terhadap berbagai hal yang mewarnai kehidupannya,” katanya.

Acara yang dimulai pada  08.30 WIB sampai pada pukul 15.00 WIB in selain dihadiri oleh Ketua STAINU Purworejo, Mahmud Nasir juga dihadiri Agung Pranoto, Kabid kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Para peserta selain disuguhi materi-materi tentang karya sastra, mereka juga disuguhi oleh puisi-puisi karya berbagai penggiat seni (P24-Byu).


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.