Aksi Demonstrasi Joget Tik Tok “Entah Apa” Tuai Kritik
Sebarkan artikel ini
Aksi demo Aliansi Mahasiswa UMP dan AMM. (3/10/2019)
PURWOREJO, purworejo24.com – Aksi Demonstrasi yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Purworejo pada Kamis (3/10/2019) pagi, tuai kritik dari bebagai kalagan. Pasalnya aksi tersebut dinilai menghilangkan marwah mahasiswa Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Purworejo, Purnama Zafi Najibi, menyayangkan hal tersebut sangat mencoreng nama baik mahasiswa Indonesia yang telah berdarah-darah memperjuangkan hak-hak rakyat. Sampai mengorbankan harta bahkan nyawa melawan pemerintah yang otoriter.
“Demonstrasi tersebut kami nilai tidak sesuai dengan ghirah perjuangan yang dimiliki oleh selayaknya mahasiswa. Aksi yang diwarnai oleh joget “entah apa yang merasukimu” sangat jauh dari kata budaya mahasiswa sebagai Agen Perubahan atau agen sosial of change. Bagaimana mau membawa perubahan sosial, tetapi aksinya seperti pemuda lebay,” ucapnya kepada purworejo24.com saat di temui di Kantor Sekretariat PMII Purworejo.
Aksi demo Aliansi Mahasiswa UMP dan AMM. (3/10/2019)
Purnama menambahkan aksi terlalu lebay dan tidak mencerminkan sebagai mahasiswa. Seharusnya mahasiswa dapat bersikap lebih bijak dan tahu mana ranah bercanda dan mana ranah serius. Pihaknya menambahkan jika aksi seperti yang ditunjukkan mahasiswa maka ia menyesalkan penggunaan nama mahasiswa Purworejo.
“Jangan mengatasnamakan mahasiswa Purworejo jika aksinya seperti itu. Kita (mahasiswa Purworejo) pernah bersumpah di depan rakyat dan di depan DPRD Purworejo bahwa mahasiswa Purworejo bersumpah berbahasa satu bahasa tanpa kebohongan. Berbangsa satu bangsa yang gandrung akan keadilan dan bertanah air satu tanah air tanpa penindasan. Maka tidak akan sesuai jika di gedung dewan hanya menyanyi,” ucapnya.
Ia melanjutkan kalimat sumpah yang diserukan dengan penuh pengahayatan tersebut hari ini dinodai dengan aksi-aksi yang lebay dan sudah keluar dari garis idealisme yang dimiliki oleh mahasiswa. (P24-Byu)