Sultan Agung Diusulkan Jadi Nama Bandara Kulon Progo
Sebarkan artikel ini
Seminar Membaca dan Meneladani Sejarah Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro di masjid Santren Bagelen, Sabtu (7/9/2019).
BAGELEN, purworejo24.com – Nama pendiri kerajaan Mataram, Sultan Agung, diusulkan menjadi nama Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usulan nama bandara itu, diiinisiasi oleh sejumlah tokoh muda Kabupaten Kulon Progo dan juga didukung sejumlah tokoh dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Salah satu tokoh dari Kabupaten Purworejo yang turut mendukung pemberian nama itu adalah K.H Achmad Chalwani Nawawi. Dukungan ini disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan tersebut saat menjadi nara sumber dalam acara seminar “Membaca dan Meneladani Sejarah Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro (Bendoro raden Mas Ontowiryo)”, dengan tema Kepemimpinan dan Religiusitas dalam Perjuangan Perang Jawa yang di selenggarakan oleh Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purworejo, di serambi Masjid Santren Bagelen, pada Sabtu (7/9/2019) malam.
“Ayo sahabat -sahabat Ansor, kalau perlu ajak pengurus Anshor se Indonesia, bantu usulkan nama Bandara Kulonprogo dengan nama Sultan Agung,” Ajak K.H Achmad Chalwani Nawawii, di hadapan pengurus PC Ansor dan PAC Ansor se Kabupaten Purworejo.
Peserta seminar Pangeran Diponegoro berfoto bersama usai acara.
Saat ditemui purworejo24.com, K.H Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan, usulan dengan nama sultan itu dianggap tepat, karena Sultan Agung sesuai dengan sejarah Yogyakarta.
“Di Jawa ini belum ada bandara dengan nama Sultan sementara di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi ada, lagi pula nanti anak cucu kita tidak kepaten obor tentang sejarah Sultan Agung. Maka mari kita tindak lanjuti secara serius agar tidak kepaten obor,” ujarnya.
Selain K.H. Ahmad Chalwani Nawani, terdapat dua nara sumber lain dalam acara itu, yaitu Ki Sudarto yang merupakan tokoh Budayawan, Sastrawan, dan Dalang asal Loano Purworejo dan Ki Roni Sadewa selaku Ketua Patra Padi ( Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro) asal Wates Kulonprogo DIY.
Ketua Patra Padi (Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro), Ki Roni Sadewa, mengamini atas apa yang diusulkan oleh K.H Achmad Chalwani Nawawi. Usulan nama bandara dengan nama Sultan itu telah diusulkan kepada Gubernur Yogyakarta.
“Kita sudah dikumpulkan oleh Bupati Kulon Progo saat itu, dan kami sudah mengumpulkan tiga nama yang kami sampaikan kepada Gubernur Yogyakarta yaitu Sultan Agung, Sri Sultan Hamengku Buwana I atau Pangeran Mangkubumi dan ketiga adalah Pangeran Diponegoro. Dan itu sudah diusulkan kepada Gubernur namun masalah keputusan bukan ada pada ranah kami,” ungkapnya.
Menurutnya, alangkah akan sangat bagus jika dengan bandara Kulon Progo diberi nama Sultan Agung, karena awal mula adanya kerajaan mataram adalah Sultan Agung dan Pangeran Diponegoro ada karena Hamengku Buwana I, Hamengku Buwana I ada karena adanya Sultan Agung.
“Saya kira jika bandara di Kulonprogo diberi nama Sultan Agung maka sudah mencakup Hamengku Buwana I dan Pangeran Diponegoro. Usulan sudah kami sampaikan. Harapanya nama bandara Kulon Progojuga memberikan warna, warna sejarah bukan hanya sekedar nama. Ketika orang mendarat di Kulon Progo kemudian ada nama sosok pahlawan maka harapanya adalah orang itu mau mempelajari tentang nama seseorang yang digunakan sebagai nama bandara itu,” ujarnya. (P24-Drt)