EkonomiSeni BudayaWisata

Gelar Merti Desa, Kemejing Rintis Desa Wisata Religi

556
×

Gelar Merti Desa, Kemejing Rintis Desa Wisata Religi

Sebarkan artikel ini
Merti Desa Kemejing Loano. (5/9/2019)
Merti Desa Kemejing Loano. (5/9/2019)

LOANO, purworejo24.com – Warga Desa Kemejing, Purworejo Jawa Tengah menggelar kegiatan Merti Desa yang dibarengi dengan launching Rintisan Desa Wisata Religi. Berbagai macam kegiatan pun dilaksanakan mulai dari pawai budaya, arak-arakan gunungan hasil bumi. ziarah makam hingga gogoh iwak di sungai desa.

Rangkaian Merti Desa diawali dengan pawai karnaval yang dimulai dari halaman Kantor Desa Kemejing pada Kamis (5/9/2019) pagi. Warga dengan berbagai atribut seni dan budaya, menyusuri jalan-jalan desa, kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya merti desa, yang berakhir di dusun Ngaglik Tamansari. Kirab berlangsung meriah, dengan mengusung 4 gunungan hasil bumi, serta mengarak menggunakan tandu tiga orang yang disimbolkan sebagai tokoh pendiri Desa Kemejing.

Warga Desa Kemejing mengarak 3 orang yang simbol tokoh pendiri desa.
Warga Desa Kemejing mengarak 3 tokoh pendiri desa.

Merti Desa kemudian diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, pemotongan pita, dan memecah kendi sebagai tanda peresmian Rintisan Desa Wisata Religi Pokja Wisanggeni, Geger lempuyang dan Tamansari. Kemudian  dilanjutkan kunjungan ke makam Kyai Bocoro dan ditutup dengan gogoh ikan di sungai oleh warga.

“Ada tiga tokoh yang kami angkat dalam rintisan desa wisata religi ini. Yaitu Raden Demang Jogereso (Mbah Kyai Bocoro) dengan Makam Mejing Dduwur, Ki Ageng Mejing dengan Makam Tua Randu Gede dan Kyai Haji Abdulloh Syamsuri,” ungkap Kepala Desa Kemejing , Wahid Zaini, saat ditemui purworejo24.com usai acara.

Dikatakan, Desa Kemejing memiliki banyak potensi wisata yang belum tergarap dan belum diketahui khalayak.

“Kami memang berfikir untuk desa perlu dilestarikan, apapun yang ada didesa baik asal muasal, jarang desa yang maju akan lupa asal muasal desa. Baik dari tokoh tokoh yang pernah berjasa kepada desa atau membidangi asal usul nama desa itu. Meski baru pertama kali digelar kami sengaja menyentuh yang religi, karena Kemejing sangat kuat sekali untuk tradisi keagamaan, budaya nya juga budaya keagamaan,” ujarnya.

Sesuai harapan Bupati Purworejo, untuk menyiapkan Romansa 2020 serta adanya bandara Yogyakarta International Airport dan Badan Otorita Borobudur, serta bisa menambah daya tarik turis manca negara di Purworejo, Desa Kemejing membuat desa wisata sesuai dengan potensi yang dimiliki.

“Selain wisata religi, desa kami juga daya tarik alam, berupa air terjun (curug) Tamansari, bukit geger lempuyang dan potensi usaha alam yaitu gula, bambu, dan pucung kluwek,” jelasnya.

Launching Desa Kemejing sebagai rintisan Desa Religi.
Launching Desa Kemejing sebagai rintisan Desa Religi.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Andang Nugerahatara S yang hadir pada acara ini mengatakan, Desa Kemejing layak menjadi desa wisata dengan sejumlah potensi dan keunikan yang dimiliki.

“Tentunya berbicara desa wisata apalagi masih rintisan maka kita berusaha mengangkat kaitannya dengan potensi yang dimiliki Desa Kemejing. Apa yang menjadi keunikan dan khas Desa Kemejing sudah kami identifikasi maka akan ada pendampingan biar ada kekuatan utuh sebagai desa wisata,” katanya.

Menurutnya, seni dan budaya menjadi daya tarik paling kuat di Purworejo. Dengan potensi yang dimiliki, di Tahun Romansa 2020 bisa dilaksanakan grand launching Desa Wisata Kemejing.

“Di purworejo ada daya tarik sekitar 100 destinasi. Namun kita sudah melakukan identifikasi, desa wisata ada 34, kita lakukan evaluasi dan pemetaan dan tentunya Desa Kemejing nantinya akan menjadi bagian yang baru sebagai desa wisata di Purworejo,” pungkasnya. (P24-Drt)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.