PolitikReligi

Wafat di Mekah, 2 Keinginan Mbah Maimoen Terkabul

1601
×

Wafat di Mekah, 2 Keinginan Mbah Maimoen Terkabul

Sebarkan artikel ini
KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) bersama GP Ansor (NU Online-Istimewa)
KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) bersama GP Ansor (NU Online-Istimewa)

PURWOREJO, Purworejo24.com – Meninggalnya sosok yang alim allamah, KH Maimoen Zubair meninggalkan duka mendalam bagi warga Indonesia, dan seluruh seluruh umat muslim khususnya. Dibalik duka tersebut terungkap dua hal yang menjadi cita-cita beliau yang telah tepenuhi, yaitu wafat pada hari Selasa dan wafat di kota Mekah.

Hal itu disampaikan alumni Ponpes Al-anwar, Sarang, Rembang Jawa Tengah, Ustad Muhammad Hamzah usai mendengar kabar meninggalnya KH Maimoen Zubair.

 “Wafatnya Kyai Maimun Zaubair bukan hanya kehilangan bagi NU saja, bukan bagi Indonesia saja, tapi kehilangan bagi seluruh umat manusia, tapi disisi lain Cita-cita beliau tekabul” kata Ustad Hamzah kepada purworejo24.com, Selasa (6/8/2019).

Ustad Hamzah mengungkapkan sejak dulu Beliau KH Maimoen Zubair yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden berkeinginan untuk wafat di Mekah dan di wafatkan pada hari Selasa. Hal itu terungkap saat pengajian sore yang diampu oleh KH Maimoen sendiri.

Menteri Agama, KH Thoifur Mawardi takziah Mbah Moen di RS Annor, Mekah. (6/8/2019)
KH Thoifur Mawardi, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin saat ta’ziah Mbah Moen di RS Annor, Mekah. (6/8/2019) (Foto. Istimewa)

“Memang sejak dulu abah berkeinginan diwafatkan di Mekah. keinginan beliau sudah disampaikan dulu ketika saya masih nyantri di sana,” ucapnya

KH Maimoen Zubair akan dimakamkan hari ini di Ma’la, makam kota Mekah dan Insya Allah berdampingan dengan makam Sayyidatina Khodijah istri Rosulullah SAW, Sayyid Muhammad Alawy Al Makky Al Hasany dan Habib Salim As-Syathiry.

“InsyaAllah beliau dimakamkan hari ini di dekat makam Sayyidatina Khodijah yang sudah menjadi Cita-cita beliau sejak dulu” jelasnya

Dengan wafatnya seorang ulama, ada benak kekhawatiran dari Ustad Hamzah yang juga pengajar di Pondok Pesantren An Nawawi ini. Beliau menyitir sebuah hadis nabi yang menerangkan bahwa semakin dekatnya kebodohan umat manusia dengan dipanggilnya ulama untuk menghadap Tuhan yang Maha Esa.

Ustad Hamzah, Salah satu alumni Ponpes Al-anwar, Sarang, Rembang Jateng.
Ustad Hamzah, Salah satu alumni Ponpes Al-anwar, Sarang, Rembang Jateng.

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menggengam ilmu (Maksud menggenggam adalah mencabut ilmu dari bumi) dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan. (Riwayat Al Bukhari)”, ucapnya

Ustadz Hamzah juga menghimbau kepada masyarakat ikut serta melaksanakan sholat ghoib dan hadiah Al-fatihah untuk KH Maimoen Zubair.

“Kepada masyarakat saya berharap dapat memberikan penghormatan kepada abah dengan sholat Ghoib baik secara berjamaah maupun sendiri,” tandasnya.(P24-Byu)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.