PURWOREJO, purworejo24.com – Kendati sudah bermain mati-matian, Tim Ikatan Sepakbola Purworejo (ISP) Junior akhirnya harus mengakui keunggulan PSS Sleman Junior dengan skor 1:2 dalam laga uji coba di stadion WR Supratman Purworejo, Minggu (21/7/2019). Pelatih ISP, Faisal, menganggap kekalahan dalam uji coba itu dianggap wajar, lantaran Tim ISP Junior masih dalam tahap adaptasi antar pemain.
Dihadapan ribuan suporter Purworejo, ISP Junior yang berjuluk Laskar Bagelen yang terdiri atas pemain gabungan antara pemain lokal Purworejo dan Diklat Merden mencoba bermain habis habisan saat berlaga melawan Tim PSS Junior. Perlawan tampak begitu sengit, dimana ISP mencoba menguasai permainan di lokasi kandang. Meski beberapa kali diwarnai pelanggaran yang dilakukan oleh PSS Junior, namun belum bisa menaklukkan lawannya, bahkan di menit ke 13, pemain depan PSS Junior, Lukman Yusuf dengan nomor punggung 15 mampu menjebol gawang ISP, hingga kedudukan 1:0 sampai babak pertama selesai.

Memasuki babak kedua, ISP Junior kembali melakukan serangan dan trik yang di kuasai, hingga pada menit ke 52, pemain cadangan ISP Junior bernama Irvan dengan nomor punggung 41 berhasil menjebol gawang PSS Junior, hingga kedudukan sama 1:1.
Gol sama itu rupanya sedikit membuat ISP Junior terlena, dimenit ke 55 pemain PSS Junior bernama Lukman Yusuf kembali berhasil menjebol gawang ISP Junior, sehingga kedudukan menjadi bertambah 2:1 bagi PSS Junior (Sleman). Kedudukan skor itu tak berubah hingga peluit panjang berbunyi sebagai tanda pertandingan selesai.
Pelatih ISP Junior, mengaku bangga terhadap permainan ISP Junior, meski mengalami kekalahan terhadap PSS Junior. ISP dianggap telah bermain baik sesuai teknik yang dikuasai.
“Kendalanya adalah kita belum siap. Pemain dari Diklat Merden baru datang pada Jumat kemarin, dan cuaca cukup berpengaruh, belum adaptasi,” kata Faisal saat ditemui usai pertandingan.
Tak hanya karena faktor cuaca, penggabungan pemain dalam tim ISP juga dianggap masih sebagai kendala, lantaran pemain masih sulit adaptasi antara pemain lokal dengan pemain diklat Merden.
“Sebagai bahan evaluasi, telah kami catat, memang ada kesulitan dimana kita banyak pemain baru gabung dan telat dalam beradaptasi. Secara taktis strategi sudah jadi,” jelasnya.
Dikatakan, secara teknis seleksi satu minggu dianggap terlalu dekat, apalagi dengan basic pemain yang berbeda.
“Secara penguasaan bola sebenarnya ISP Junior unggul, namun finishing kalah. Apalagi striker ISP Junior bernama Yusro, tidak ikut main lantaran sakit,” ujarnya.
Dirinya mengaku akan lebih serius dalam membina tim asuhanya dengan melakukan pemusatan pelatihan pola tengah kedepan hingga selesai. Sehingga diharapkan pemain bisa benar benar beradaptasi dan bersama membangun tim secara solid, dan bisa menghadapi lawan lawan diajang Piala Suratin awal Agustus mendatang.

Sementara itu manajer ISP Junior yang juga sebagai Ketua Askab PSSI Purworejo, Angko Setyarso Widodo mengaku bangga Tim ISP bisa bermain baik melawan PSS Junior.
“Kita akan lebih siap dalam menghadapi Piala Suratin, setelah bermain menghadapi tim tim kuat seperti PSS Junior (Sleman). Hanya saja Tim ISP butuh memerlukan proses yang baik lagi dalam berlatih dan berharap Purworejo bisa bermain lebih baik lagi,” katanya.
Tak hanya melawan PSS Sleman Junior agar lebih mantab dan siap lagi, Askab akan menghadirkan pemain nasional untuk menguji ISP.
“Besok kita datangkan tim nasional yang diasuh pelatih dari Eropa, biar ISP bisa lebih semangat dan siap menghadapi piala suratin,” pungkasnya.(P24-Drt)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








