Seni BudayaWisata

Tradisi Syawalan Merti Desa Tlogobulu

489
×

Tradisi Syawalan Merti Desa Tlogobulu

Sebarkan artikel ini
Arak-arakan Hasil Bumi Merti Desa Tlogobulu Kaligesing_2019
Warga Tlogobulu Mengarak Patung Kambing Ras kaligesing

KALIGESING, purworejo24.com – Sebagai ungkapan rasa syukur atas rejeki berupa hasil panen yang melimpah serta keselamatan warganya, warga Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing Purworejo Jawa Tengah mengadakan tradisi Syawalan Merti Desa. Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan hasil bumi yang dilanjutkan dengan berbagai acara seperti bersih desa, kenduri masal, pertunjukan jathilan, serta pentas wayang kulit semalam suntuk.

Berbeda dengan kebanyakan desa lain yang melakukan merti desa di bulan Rajab atau Ruwah dalam penanggalan Jawa, Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing di Purworejo Jawa Tengan mengadakan acara merti desa pada bulan Syawal. Pda tahun ini Syawalan Merti Desa ini dilaksanakan pada hari sabtu (15/06/2019).

Tradisi ini diakui warga sudah berlangsung turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Konon pemilihan bulan Syawal dengan pertimbangan merupakan saat para petani di desa ini selesai panen.

“Acara ini merupakan syukuran yang biasanya setiap bulan syawal sehabis panen padi. Dimulai dari nenek moyang terdahulu dan masih kita laksanakan setiap tahun”,  kata Faisal Hidayat, Kepala Desa Tlobulu saat dijumpai purworejo24 di kantor kepala desa Tlogobulu, Sabtu (15/6/2019).

Selain sebagai ungkapan rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, syawalan Merti Desa ini juga sebagai ajang silahturahmi warga desa Tlogobulu. Tak hanya warga yang keseharian tinggal di desa ini, para perantau yang bekerja di daerah lain pun menyempatkan pulang kampung untuk mengikuti acara ini.

Acara syawalan ini diawali dengan pawai atau arak-arakan warga yang membawa hasil bumi dan ternak yang disimbolkan padi, hasil pertanian, kambing ras kaligesing maupun produk-produk olahan yang diproduksi di desa ini. Arak-arakan diikuti perwakilan setiap RT di desa ini serta perwakilan unsur warga desa tlogobulu, mulai dari anak-anak sekolah hingga tokoh masyarakat yang di desa ini. Arak-arakan dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi desa Tlogobulu sejauh lima kilometer.

Selain pawai atau arak-arakan, acara Syawalan Merti Desa ini juga dilanjutkan dengan kenduri masal, bersih desa, pementasan wayang kulit serta kesenian lokal jathilan untuk menghibur masyarakat.

“Harapannya semuanya bisa sehat dapat mencari rejeki lancar”, pungkas Faisal Hidayat.(P24/Nuh)


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.