PURWOREJO, purworejo24.com — Musim kemarau membuat sebagian warga Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, kembali menghadapi persoalan keterbatasan air bersih. Kondisi tersebut mendorong YON TP 445/Sawunggalih bersama Brigade Joxzin Purworejo turun langsung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Jumat (18/9/2026).
Sebanyak kurang lebih 15.000 liter air bersih disalurkan di dua titik, yakni Dukuh Jambian dan Dukuh Jurangjero. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan.
Kepala Desa Sidorejo, Sugianto, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat, terutama warga di dua dukuh yang setiap musim kemarau mengalami kesulitan mendapatkan air.
“Atas nama pemerintah desa beserta masyarakat Desa Sidorejo, khususnya warga Dukuh Jambian dan Dukuh Jurangjero, kami mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan air bersih dari YON TP 445 Purworejo bersama Brigade Joxzin. Mudah-mudahan ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” kata Sugianto.
Ia menjelaskan, dampak kekeringan dirasakan oleh puluhan kepala keluarga. Di Dukuh Jambian terdapat sekitar 45 KK, sementara di Dukuh Jurangjero sekitar 30 KK yang terdampak.
Kondisi tersebut, kata Sugianto, bukan persoalan yang baru terjadi tahun ini. Setiap musim kemarau, sebagian masyarakat Desa Sidorejo kembali menghadapi kendala ketersediaan air bersih.
“Memang setiap musim kemarau, desa sini mengalami kendala seperti ini,” ungkapnya.
Air bantuan selanjutnya dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari mandi, mencuci, memasak hingga keperluan sehari-hari lainnya.
Sugianto pun mengingatkan warga agar menggunakan bantuan air secara hemat dan tepat guna, mengingat air tersebut diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menghadapi keterbatasan pasokan.
“Supaya dipergunakan sebaik mungkin, seefektif mungkin, sehingga sangat bermanfaat untuk kebutuhan hidup, untuk masak, cuci, dan yang lainnya,” pesannya.
Dari pihak YON TP 445/Sawunggalih, Serda Sugeng Riyadi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial berupa distribusi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan hari ini bakti sosial distribusi air bersih dari Batalyon TP 445 bersama Brigade Joxzin untuk Desa Sidorejo,” kata Sugeng Riyadi.
Ia menyebutkan, bantuan disalurkan pada dua titik dengan total volume kurang lebih 15.000 liter.
“Untuk hari ini ada dua titik, semuanya lebih kurang 15 ribu liter untuk Desa Sidorejo,” jelasnya.
Menurut Sugeng Riyadi, penyaluran kali ini merupakan kegiatan distribusi air bersih pertama yang dilakukan YON TP 445/Sawunggalih di Desa Sidorejo.
Namun, kepedulian tersebut tidak menutup kemungkinan diperluas ke wilayah lain. Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat menyampaikan permintaan bantuan melalui pihak terkait.
“Kalau ada permintaan dari masyarakat lain, mungkin bisa dibantu dari YON TP 445/Sawunggalih dengan datang ke kantor atau menghubungi Brigade Joxzin,” ujarnya.
Komandan Brigade Joxzin Purworejo, Kelik Suharyanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah Brigade Joxzin ke-4.
Dalam kegiatan sosial tersebut, Brigade Joxzin menggandeng YON TP 445/Sawunggalih untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih akibat dampak kekeringan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Harlah Brigade Joxzin ke-4. Kami menggandeng YON TP 445 untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih karena dampak kekeringan,” kata Kelik.
Ia menegaskan, bantuan air bersih terbuka untuk masyarakat yang memang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.
“Nanti masyarakat bisa menghubungi kami untuk bantuan air bersih,” ujarnya.
Bantuan 15.000 liter air bersih tersebut setidaknya menjadi penyangga sementara bagi warga Dukuh Jambian dan Jurangjero dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan air.
Lebih dari sekadar distribusi air, kolaborasi YON TP 445/Sawunggalih dan Brigade Joxzin Purworejo menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Di sisi lain, kondisi yang berulang setiap tahun menjadi pengingat perlunya solusi jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat di wilayah yang rawan kekeringan. (P24/wid)
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









