BRUNO, purworejo24.com – Menjelang berakhirnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129, kedekatan antara Satgas TMMD Kodim 0708/Purworejo dan masyarakat Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, justru semakin terasa.
Di sela-sela pengerjaan pengecoran jalan di Dusun Suruan, Selasa (11/8/2026), personel Satgas kembali menjalin komunikasi sosial (Komsos) dengan warga yang ikut membantu pengerjaan sasaran fisik TMMD.
Bagi Satgas, Komsos bukan sekadar kegiatan berbincang dengan masyarakat. Komunikasi yang dibangun selama pelaksanaan TMMD menjadi bagian penting untuk menciptakan koordinasi, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam menyelesaikan pembangunan yang telah direncanakan.
Terlebih, pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 dijadwalkan ditutup pada 13 Agustus 2026. Waktu yang semakin dekat dengan penutupan menjadi momentum bagi Satgas dan warga untuk menjaga hubungan baik yang telah terbangun selama berada di Desa Watuduwur.
Sertu Junianto mengatakan, keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak terlepas dari dukungan serta keterlibatan masyarakat.
“Selama TMMD ini, kami tidak hanya bekerja bersama warga dalam pembangunan fisik, tetapi juga membangun komunikasi dan kebersamaan. Ini yang membuat hubungan antara TNI dan masyarakat semakin dekat,” ujar Sertu Junianto.
Menurutnya, kebersamaan selama pengerjaan jalan menjadi pengalaman yang berharga. Warga secara sukarela ikut turun membantu, sementara personel Satgas berusaha hadir dan berbaur dalam berbagai aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut membuat proses pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat rasa memiliki warga terhadap hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama.
“Menjelang penutupan TMMD, kami berharap hubungan baik yang sudah terjalin ini tetap dipertahankan. Semoga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dirawat bersama-sama,” tambahnya.
Bagi warga Watuduwur, keterlibatan dalam pembangunan menjadi bagian dari semangat gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD. Dari pekerjaan di lapangan hingga komunikasi sehari-hari, interaksi antara TNI dan masyarakat menciptakan suasana kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan utama program tersebut.
Kegiatan Komsos itu sekaligus menjadi gambaran kemanunggalan TNI dengan rakyat. TMMD tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan berupa infrastruktur, tetapi juga hubungan sosial dan semangat gotong royong yang diharapkan tetap hidup setelah Satgas meninggalkan Desa Watuduwur.
Penutupan TMMD pada 13 Agustus mendatang bukan menjadi akhir dari kebersamaan tersebut. Justru, hasil pembangunan dan hubungan baik yang telah terjalin menjadi tanggung jawab bersama untuk dirawat dan diteruskan demi kemajuan Desa Watuduwur.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









