Militer

Dingin Malam Tak Menyurutkan Semangat Satgas TMMD, Istirahat Sejenak di Tengah Pengerjaan

1
×

Dingin Malam Tak Menyurutkan Semangat Satgas TMMD, Istirahat Sejenak di Tengah Pengerjaan

Sebarkan artikel ini
Gotong royong bangun jalan
Gotong royong bangun jalan

BRUNO, purworejo24.com – Udara dingin menyelimuti Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Minggu malam (9/8/2026). Namun, suasana tersebut tidak menyurutkan semangat anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo untuk menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa.

Di tengah gelapnya malam dan penerangan yang terbatas, aktivitas pengerjaan sasaran fisik TMMD masih berlangsung. Para prajurit bersama masyarakat terus bahu-membahu menyelesaikan pembangunan, memanfaatkan waktu yang tersisa menjelang berakhirnya program TMMD.

Setelah cukup lama bekerja, beberapa anggota Satgas mengambil waktu untuk beristirahat sejenak. Mereka duduk bersama di sekitar lokasi pekerjaan, melepas lelah sekaligus memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

Udara malam di Watuduwur yang berada di wilayah ketinggian terasa cukup menusuk. Namun, dinginnya malam justru menjadi bagian dari suasana kebersamaan yang terbangun selama proses pengerjaan TMMD.

Istirahat sejenak bukan berarti pekerjaan berhenti. Setelah kondisi fisik kembali siap, anggota Satgas kembali ke lokasi untuk melanjutkan pekerjaan. Kekompakan antara prajurit dan masyarakat menjadi kekuatan dalam mengejar penyelesaian sasaran fisik.

Danramil 10/Bruno Kapten Inf Eko Setiawan mengatakan, kondisi medan dan cuaca di Watuduwur memang menjadi tantangan tersendiri bagi anggota Satgas. Namun, hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka dalam menyelesaikan tugas.

Memang malam hari di Watuduwur cukup dingin, terlebih wilayahnya berada di ketinggian. Namun anggota Satgas tetap semangat bekerja. Istirahat kami manfaatkan untuk memulihkan tenaga sebelum kembali melanjutkan pekerjaan,” ujar Kapten Inf Eko Setiawan.

Menurutnya, pengerjaan hingga malam dilakukan sebagai bentuk optimalisasi waktu. Dengan semakin dekatnya penutupan TMMD, setiap waktu yang tersedia dimanfaatkan untuk mengejar penyelesaian sasaran sesuai target.

Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin. Tentunya faktor keselamatan dan kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian utama,” katanya.

Bagi Satgas TMMD, perjuangan di Watuduwur bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik. Di balik setiap pekerjaan yang dilakukan hingga malam, terdapat semangat gotong royong bersama masyarakat untuk menghadirkan akses dan fasilitas yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Malam boleh dingin dan penerangan terbatas, tetapi semangat kebersamaan tetap menjadi penerang bagi Satgas dan warga dalam menuntaskan pembangunan.

Dingin hanya dirasakan sesaat. Namun, hasil pembangunan yang dikerjakan bersama diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam waktu yang panjang.


Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.