BRUNO, purworejo24.com – Deru mesin molen terdengar dari lokasi pengerjaan jalan rabat beton di Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Di tengah aktivitas pengecoran yang terus berpacu dengan waktu, seorang prajurit tampak tak beranjak dari sisi mesin.
Dialah Sertu Budianto, anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo yang dipercaya menjadi operator mesin molen dalam pengerjaan sasaran fisik jalan, Sabtu (8/8/2026).
Di bawah terik matahari dan kepulan debu, Sertu Budianto dengan sigap mengoperasikan mesin. Ia memastikan semen dan material tercampur dengan baik sebelum adukan beton dibawa untuk digunakan dalam pengecoran jalan.
Pekerjaan tersebut terlihat sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Setiap adukan yang dihasilkan menjadi bagian dari proses membangun akses jalan yang nantinya digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Selama masih dibutuhkan dan pekerjaan belum selesai, kami akan terus bekerja. Panas, lelah, dan debu sudah menjadi bagian dari perjuangan. Yang terpenting bagaimana pekerjaan ini bisa selesai dengan baik dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Sertu Budianto.
Bagi dirinya, menjadi operator molen bukan sekadar menjalankan mesin. Ada tanggung jawab untuk memastikan proses pengerjaan berjalan lancar sehingga pengecoran dapat terus berlangsung sesuai kebutuhan di lapangan.
Rasa lelah pun seolah terbayar ketika melihat hasil pekerjaan mulai terbentuk. Adukan beton yang sebelumnya hanya berputar di dalam mesin perlahan berubah menjadi permukaan jalan yang memanjang di tengah kawasan Desa Watuduwur.
“Kalau melihat jalan ini semakin panjang dan semakin rapi, ada rasa bangga tersendiri. Apalagi jalan ini nantinya akan digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Deru mesin kembali terdengar. Sertu Budianto pun melanjutkan pekerjaannya. Ia bersama anggota Satgas lainnya terus bekerja mengejar penyelesaian sasaran fisik TMMD Reguler ke-129, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja.
Di tengah hiruk-pikuk pembangunan, sosok seperti Sertu Budianto mungkin tidak selalu berada di depan. Namun, dari balik mesin molen, ia ikut mengambil peran penting dalam setiap meter jalan yang dibangun.
Bagi masyarakat Watuduwur, setiap adukan beton yang dihasilkan bukan sekadar campuran material. Di baliknya ada kerja keras prajurit dan warga yang bergotong royong mewujudkan akses jalan yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Deru molen pun menjadi bagian dari cerita TMMD di Watuduwur—tentang kerja keras, pengabdian dan semangat gotong royong untuk menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari Purworejo24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









